OJK Catat Pertumbuhan Kredit 2019 Anjlok Hampir 50 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberikan paparan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, dengan tema

    Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberikan paparan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, dengan tema "Ekosistem Keuangan Berdaya Saing untuk Pertumbuhan Berkualitas". Acara berlangsung di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. TEMPO/Tomi Aryanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada 2019 hanya sebesar 6,08 persen. Padahal, pada tahun 2018, pertumbuhan kredit masih sebesar 11,7 persen. Artinya terjadi penurunan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 48 persen.

    "Kondisi itu disebabkan korporasi di Indonesia saat ini lebih banyak menggunakan sumber pembiayaan dari luar negeri. Itu tergambar dari pertumbuhannya yang mencapai 133,6 persen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

    Menurutnya, hal itu cukup fundamental, karena korporasi Indonesia lebih banyak menggunakan sumber pembiayaan dari offshore atau dari luar negeri.

    Wimboh mengatakan, korporasi kini juga memiliki kecenderungan melakukan investasi di instrumen Surat Berharga Negara atau SBN sebesar 15,8 persen. Hal itu, menurut dia, berdampak pada melambatnya pembiayaan dari sektor perbankan.

    "Kalau korporasi menggunakan sumber pembiayaan luar negeri, itu karena bunganya murah dan nilai tukar rupiah saat ini stabil. Ini positif karena sumber-sumber pembiyaan tidak hanya domestik," ujar dia.

    Pertumbuhan kredit pada tahun 2019, kata dia, semakin tersegmentasi karena tidak hanya didominasi oleh Bank Umum Kelompok Usaha atau BUKU IV, namun bergerak hampir merata di kelompok bank lain. Adapun kredit Bank BUKU IV tumbuh 7,84 persen pada 2019 turun dari catata 2018 sebesar 12,26 persen. BUKU III tumbuh 2,42 persen turun dari 12,32 persen, BUKU II tumbuh 8,38 persen turun dari 8,81 persen dan BUKU I tumbuh 6,37 persen naik dari 2018 sebesar 2,32 persen.

    "Ini menunjukkan terjadi segmentasi. OJK ke depan akan beri perhatian bagaimana bisa lebih kontributif terhadap pertumbuhan kredit 2020," kata Wimboh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.