PLN Serius Garap Pasar Listrik Premium di Jateng dan DIY

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperbaiki jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pascakecelakaan KRL di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019.  Kereta commuterline atau KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LLA) di antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor pada 10 Maret 2019. ANTARA

    Pekerja memperbaiki jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pascakecelakaan KRL di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta commuterline atau KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LLA) di antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor pada 10 Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan akan menggarap pasar pelanggan listrik premium dengan lebih serius di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain dari sektor swasta, PLN juga akan menggarap pelanggan premium ini dari instansi pemerintah.

    "Sebenarnya listrik premium sudah kami pasarkan sejak dua tahun lalu," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Feby Joko Priharto, Rabu 15 Januari 2020. Hanya saja, belum banyak pelanggan reguler yang tertarik untuk berpindah ke pelanggan premium.

    Hingga saat ini, PLN baru memiliki pelanggan listrik premium sebanyak 38 instansi swasta. "Kami ingin menggarap pasar ini dengan lebih baik di 2020 ini," kata Feby.

    Menurut Feby, pelanggan premium akan mendapat banyak keuntungan dibanding pelanggan biasa. "Karena kami menggunakan dua penyulang sekaligus," katanya. Penggunaan dua penyulang membuat listrik tetap aman saat terjadi gangguan jaringan.

    "Saat jaringan utama padam, listrik akan langsung beralih ke jaringan kedua," kata Feby. Proses pergantian itu berlangsung secara otomatis dan hanya membutuhkan waktu 0,4 detik. Dengan demikian, peralatan seperti eskalator, lift, penerangan maupun pendingin ruangan masih tetap berjalan secara normal.

    Sedangkan tarif untuk layanan PLN premium itu menurutnya tidak jauh berbeda dengan layanan reguler. "Hanya terpaut sekitar 6 persen di atas tarif normal," kata Feby. Hanya saja, ia menerangkan, layanan itu baru bisa dinikmati oleh pelanggan dengan daya menengah seperti pusat perkantoran, pusat belanja, hotel, rumah sakit dan instansi pemerintahan.

    Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyebut bahwa kantor pelayanan publik di kota itu akan segera beralih ke listrik premium. "Kami upayakan bisa tahun ini," katanya. Hal itu untuk menjamin kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

    Saat ini, layanan listrik premium sudah terpasang di rumah dinas Wali Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Loji Gandrung. Pemerintah Kota Surakarta menjadi instansi pemerintah pertama di Jawa Tengah yang menjadi pelanggan listrik premium PLN.

    (AHMAD RAFIQ)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.