Luhut Santai Jawab Kabar Denny JA Ingin Jadi Komisaris Inalum

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menanggapi santai kabar soal adanya permintaan dari konsultan politik Denny Januar Ali atau Denny JA kepada dirinya. Dalam kabar yang tersebar di WhatsApp Group itu, Denny disebut meminta jabatan sebagai komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero).

    “Capek saya nanggapin yang begituan,” kata Luhut kepada wartawan sembari tersenyum di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.

    Luhut juga enggan membenarkan ataupun membantah adanya permintaan yang diajukan Denny JA, seperti kabar yang beredar. “Kenapa sih kamu senang yang gitu-gituan, mbok ya (bertanya) yang lebih bermutu gitu lho, yang meminta (jabatan) itu banyak.”

    Awalnya, Denny JA diduga ingin mengirimkan pesan permintaan kepada Luhut. Namun pesan pribadi itu malah salah kirim dan diteruskan ke WhatsApp Group Tokoh Nasional. Walhasil, pesan itu bocor dan kemudian menyebar.

    Denny mengklarifikasi kabar itu dalam bentuk cerpen dan menyebut bahwa kabar tersebut hanya gosip. Denny merespons gosip tersebut yang disebutnya dibikin dengan santai sambil menyeruput kopi. "Diberitakan, WA-nya ke salah satu menteri bocor. Ia menawarkan diri menjadi komisaris salah satu BUMN. Entah apa yang salah?" ujar Denny lewat keterangan tertulis, Rabu, 15 Januari 2020.

    Denny JA menyebut, dia sudah biasa digosipkan. Sebelum Pilpres, dia juga pernah dikabarkan menerima uang dari Presiden Jokowi sebesar Rp 45 miliar untuk memenangkan calon inkamben tersebut. Kali ini, ujar Denny, gosip kembali menyebar bahwa dirinya meminta jabatan sebagai Komisaris di BUMN.

    Menurut Denny JA, dia justru sempat meneruskan gosip yang beredar lewat pesan WhatsApp Group itu ke beberapa orang sebagai informasi. "Ternyata, itu malah di-forward beberapa kali oleh mereka yang senang bergosip ke aneka grup tanpa ada check and rechek dan mengelaborasi konteksnya dulu," ujar Denny.

    Jika pun benar dia meminta jabatan di BUMN, kata Denny, pun tidak ada salahnya. Toh, dia ikut memenangkan Presiden Jokowi dua kali berturut-turut.

    "Apa yang salah dengan seseorang yang ingin berperan ikut memajukan negaranya dengan mengajukan diri menjadi komisaris BUMN? Bukankah itu memang jabatan terbuka yang bisa diisi siapa saja yg kompeten?" ujar Denny JA.

    "Bukankah tak ada pelanggaran hukum di sana? Tak ada skandal di sana? Bukankah semua orang pada dasarnya bagus-bagus saja melakukan lobi, meyakinkan aneka pihak?" lanjut Denny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.