Dirut Jiwasraya Janji Cicil Dana Nasabah, Caranya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan proses pemulihan perusahaan pelat merah ini sedang dilakukan. Hexana menjelaskan langkah-langkah yang diambil manajemen dan pemerintah dalam Focur Grup Discussion di Kompleks Parlemen, Senaya, Rabu, 15 Oktober 2020.

    Menurut Hexana, perseroan berkomitmen mencicil kewajiban kepada nasabah Jiwasraya. Hal ini sudah dirumuskan dalam skema penyelesaian. Perseroan bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN juga sudah membentuk Tim Percepatan Penyelesaian dan Penyehatan Jiwasraya.

    "Jadi penyehatan Jiwasraya tentu melibatkan pemegang saham. Kami bersama kementerian BUMN sudah membentuk Tim Percepatan Penyelesaian dan Penyehatan Jiwasraya," ujar Hexana.

    Dia menjelaskan, ada dua skema yang akan diambil yaitu retrukturisasi dan holdingisasi Jiwasraya. Perusahaan harus disehatkan lebih dulu melalui restrukturisasi.

    Sambil menyehatkan perusahaan, dicari pula investor untuk menyehatkan Jiwasraya. "Secara internal, perusahaan harus disehatkan modelnya agar ke depan memang bisa disebut dengan perusahaan sehat," kata Hexana.

    Langkah kedua yakni holdingisasi Jiwasraya. Saat ini Jiwasraya memang belum menjadi holding, namun nanti ada instrumen keuangan yang akan dikeluarkan Jiwasraya yang nantinya akan ada instrumen yang dikeluarkan dan dibeli oleh perusahaan induk.

    Jiwasraya sudah membentuk anak usaha bersama dengan sejumlah BUMN yaitu PT Jiwasraya Putera. Jiwasraya menguasai 65 persen saham di anak perusahaan tersebut.

    Profit dari anak perusahaan tersebut, ujar Hexana yang akan digunakan untuk membayar kewajiban kepada nasabah Jiwasraya secara bertahap. Namun dia tidak bisa menyebutkan tenggat waktunya.

    PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember 2019 sebesar Rp 12,4 triliun. Pada tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan nilainya sebesar Rp 3,7 triliun. Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun.

    DEA REZKI GERASTRI | DRC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.