Standard Chartered Bank Prediksi RI Tumbuh 5,1 Persen di 2020

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Standard Chartered. REUTERS/Bobby Yip

    Standard Chartered. REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.CO, JakartaStandard Chartered Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi tahun ini. Lembaga keuangan yang berbasis di London, Inggris ini memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen tahun 2020, lebih tinggi dari proyeksi tahun lalu yang sebesar 5 persen.

    "Kami memperkirakan pertumbuhan akan meningkat di paruh kedua 2020 seiring momentum peningkatan investasi," kata Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia, Aldian Taloputra dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Pertumbuhan 5,1 persen ini juga diproyeksi terjadi karena konsumsi rumah tangga yang mulai pulih dari penyesuaian harga menghilangnya efek basis tinggi dari pemilu tahun lalu. "Kami juga memproyeksikan pertumbuhan yang stabil dalam konsumsi rumah tangga dengan pasar tenaga kerja yang sehat," ujar Aldian.

    Angka proyeksi dari Standard Chartered ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang hanya 5 persen. Namun, lebih rendah dari proyeksi pemerintah di APBN yaitu 5,3 persen.

    Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga sejalan dengan tumbuhnya ekonomi global tahun depan. Ekonom Standard Chartered memproyeksikan, ekonomi global tahun depan tumbuh 3,3 persen, sedikit lebih tinggi dari perkiraan mereka tahun lalu yang sebesar 3,1 persen.

    Pertumbuhan proyeksi ini terjadi karena Cina kemungkinan akan stabil pada tingkat minimum untuk menggandakan PDB mereka pada 2020. "Kami juga memprediksi ekonomi AS akan melambat lebih lanjut menjadi 1,8 persen pada tahun 2020, dam pertumbuhan kawasan Euro tetap lemah," kata Global Chief Economist Standard Chartered David Mann.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.