ESDM Akan Terapkan Penyaluran Subsidi Elpiji secara Langsung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan barang bukti tabung gas Elpiji saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. Pelaku ditangkap dengan  barang bukti 9 regulator gas, 1.200 gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 242 tabung gas Elpiji 12 kilogram. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas menunjukkan barang bukti tabung gas Elpiji saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. Pelaku ditangkap dengan barang bukti 9 regulator gas, 1.200 gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 242 tabung gas Elpiji 12 kilogram. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral optimistis subsidi elpiji lebih tepat sasaran tahun ini dengan mengubah skema penyalurannya. Sembari menunggu kebijakan tersebut terealisasi, pemerintah memastikan upaya lain pengendalian volume subsidi elpiji tetap berjalan.

    Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Kementerian Energi, Mohammad Hidayat, menuturkan pemerintah akan terus memantau volume elpiji bersubsidi yang disalurkan. Namun pengawasan tersebut hanya terbatas mulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga ke pangkalan. "Begitu sudah ke pengecer, sudah susah untuk dipantau," katanya di Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

    Dia menyatakan pengawasan distribusi elpiji subsidi dari pangkalan ke konsumen sulit dilakukan lantaran akses terhadap komoditas tersebut terbuka lebar. Selama ini pemerintah mengandalkan kesadaran masyarakat yang tak berhak mendapat subsidi untuk tidak menggunakan gas kemasan tiga kilogram itu. Selain juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak penyelewengan penyaluran subsidi.

    Pemerintah pun mencoba mengendalikan target penerima subsidi elpiji. Menurut Hidayat, kuota volume subsidi elpiji tahun ini sengaja dipatok tak terlalu jauh dibandingkan tahun lalu. Pada 2019 realisasi volume subsidi elpiji sebesar 6,84 juta metrik ton dan tahun ini ditetapkan di kisaran 7 juta metrik ton.

    Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong penggunaan elpiji kemasan 5,5 kilogram untuk masyarakat yang mampu. Pasokan gas ukuran tersebut akan ditambahkan dan disebar di lebih banyak daerah.

    Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi, Djoko Siswanto, menyatakan upaya pengendalian itu bisa dioptimalkan dengan perubahan skema penyaluran elpiji subsidi. Mulai semester II mendatang, subsidi akan diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak. Mereka diberikan dana untuk membeli elpiji 3 kilogram yang ke depan akan dijual sesuai harga pasar.

    Djoko menyatakan pihaknya masih berembuk dengan sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, hingga Tim Percepatan Penanggulangan Tingkat Kemiskinan (TNP2K) untuk menentukan jumlah dana tersebut. Berdasarkan kajian awal, kebutuhan gas masyarakat tak mampu selama satu bulan sekitar 9 kilogram.

    "Rencananya kami akan monitor dulu berapa kebutuhan setiap bulannya," kata dia. Pemerintah juga masih harus menyepakati  jumlah penerima subsidi elpiji yang valid lantaran data masyarakat miskin yang berbeda di beberapa instansi terkait.

    Mekanisme penyalurannya pun belum ditentukan. Djoko menuturkan terdapat beberapa opsi seperti penggunaan teknologi barcode hingga biometrik. Mekanisme terakhir itu telah diuji coba dan direkomendasikan oleh TNP2K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.