Berita Soal Dirut Garuda Baru Santer, Saham GIAA Tetap Loyo

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Garuda Indonesia

    Logo Garuda Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Perombakan di internal manajemen Garuda Indonesia telah dilakukan. Bahkan, sejumlah nama telah disebut sebagai pengisi posisi Direktur Utama maskapai pelat merah itu. 

    Beberapa nama yang mencuat belakangan ini adalah Mantan PT INTI Irfan Setiaputra hingga mantan Menteri ESDM yakni Ignasius Jonan. Namun ternyata, santernya nama-nama yang akan memegang kendali utama Garuda tak membuat pergerakan saham GIAA melaju ke zona hijau. 

    Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa 14 Januari 2020, saham GIAA mendarat pada zona merah dengan pelemahan sebesar 0,85 persen atau 4 poin menuju level Rp 468 per saham. Pada perdagangan 10 Januari dan 13 Januari 2020 lalu, GIAA sempat menghijau.

    Saat itu ,GIAA menguat 10 poin atau 2,19 persen ke level Rp 466 per saham pada 10 Januari 2020. Pada 13 Januari 2020, GIAA juga menguat 6 poin atau 1,29 persen ke level Rp 472 per saham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.