Mahfud MD Pastikan Kapal Ikan Cina di Natuna Sudah Keluar ZEE RI

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapan Coast Guard China memotong haluan KRI Usman Harun pada jarak sekitar 55 meter saat patroli mendekati kapal nelayan Cina yang tengah menjaring ikan di perairan Pulau Natuna, Sabtu, 11 Januari 2020. Dalam patroli tersebut TNI AL menemukan 6 kapal Coast Guard China, 1 kapal pengawas perikanan Cina, dan 49 kapal nelayan pukat asing. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kapan Coast Guard China memotong haluan KRI Usman Harun pada jarak sekitar 55 meter saat patroli mendekati kapal nelayan Cina yang tengah menjaring ikan di perairan Pulau Natuna, Sabtu, 11 Januari 2020. Dalam patroli tersebut TNI AL menemukan 6 kapal Coast Guard China, 1 kapal pengawas perikanan Cina, dan 49 kapal nelayan pukat asing. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memastikan bahwa kapal ikan Cina yang masih melintas di Perairan Natuna sudah dalam posisi di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Sebelumnya, kapal-kapal ikan Cina ini dilaporkan sempat mencoba memasuki perairan Indonesia.

    "Masih melintas tetapi sudah di luar Zona Ekonomi Eksklusif kita," kata Mahfud seusai dialog kebangsaan dengan tema "Merawat Persatuan, Menghargai Perbedaan" di Auditorium Prof KH Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Selasa 14 Januari 2020.

    Mahfud mengakui memang ada kapal asing dari Cina yang mencoba masuk di wilayah Indonesia. Namun saat ini mereka sudah menjauh 200 mil dari ZEE Indonesia. "Ada yang mencoba masuk, diusir. Sekarang ada di luar zona 200 mil itu," kata dia. 

    Mahfud mengatakan akan berkunjung ke Kabupaten Natuna Rabu, 15 Januari 2020 esok. Meski demikian, menurut Mahfud, kedatangannya ke Natuna terkait agenda kunjungan kerja biasa. "Ada rapat dengan Pemda (Natuna)," katanya.

    Seperti diberikana, setidaknya 50 perahu nelayan Cina yang dikawal kapal penjaga (coastguard) memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna pada pertengahan Desember 2019. Otoritas Indonesia melalui Bakamla dan kapal milik TNI sempat melakukan pengusiran, tetapi perahu nelayan dan kapal penjaga Cina menolak ke luar dari perairan Indonesia.

    Beberapa hari setelah insiden itu, Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes terhadap Pemerintah Cina. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo sampai turun langsung ke Natuna, untuk ikut memantau pergerakan kapal-kapal Cina itu.

    Perkembangan terbaru, TNI menegaskan kapal dan perahu nelayan Cina telah ke luar dari perairan Natuna sejak Minggu 12 Januari 2020.  Hal itu disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksda TNI Yudo Margono usai menerima hasil patroli udara di Natuna, Kepulauan Riau.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.