Tahun Ini, ESDM Kurangi Kuota Impor Minyak Mentah Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan harga penjualan BBM di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Pertamax turun harga dari semula Rp 9.850 menjadi Rp 9.200 per liter, sementara Pertamax Turbo turun harga dari semula Rp 11.200 menjadi Rp 9.900 per liter. Tempo/Tony Hartawan

    Papan harga penjualan BBM di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Pertamax turun harga dari semula Rp 9.850 menjadi Rp 9.200 per liter, sementara Pertamax Turbo turun harga dari semula Rp 11.200 menjadi Rp 9.900 per liter. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas jatah impor minyak mentah (crude oil) PT Pertamina (Persero) sebanyak 80 ribu barel per hari (bph) atau sekitar 30 juta barel setahun pada 2020. 

    Pelaksana Tugas Ditjen Migas Djoko Siswanto mengatakan tahun lalu sudah ada 120.000 bph yang diserap Pertamina dari jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

    "Sekitar 80.000 bph belum berhasil kita beli. [Makanya] Impor crude-nya Pertamina saya kurangi 8.000 bph per hari selama 2020," tuturnya dalam paparan kinerja 2019 Ditjen Migas, Selasa 14 Januari 2020.

    Menurutnya, hal ini dilakukan agar Pertamina lebih agresif menyerap minyak mentah bagian KKKS.

    Sebelumnya, Pertamina membutuhkan minyak mentah sekitar 6-7 juta barel per bulan pada 2020, atau sama seperti tahun lalu. Jenis minyak yang diimpor yakni light crude dan medium crude, di luar minyak mentah jenis Arabian Light Crude.

    Dilihat dari pengiriman negara, Pertamina mengimpor minyak mentah sebanyak 3 juta barel per bulan yang biasanya berupa Arabian Light Crude dari Timur Tengah.

    Selain itu, Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina Hasto Wibowo pernah mengatakan bahwa pihaknya akan mengimpor minyak mentah sebanyak 950.000 barel per bulan dari Amerika Serikat pada 2020.

    Tahun lalu, Pertamina mengimpor minyak dari Negeri Paman Sam sebanyak dua kali pengapalan pada Juni dan November dengan volume masing-masing 650.000 bph. Impor minyak tersebut untuk menutup kebutuhan Kilang Cilacap.

    “Tahun depan, term [jangka waktu impor] Februari hingga Juni sebesar 950.000 barel per bulan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.