Tunggu Info dari BPK dan BUMN, Prabowo Akan Pelajari Kasus Asabri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyapa mahasiswa saat melayat almarhum Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Boyke Setiawan yang  wafat di Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyapa mahasiswa saat melayat almarhum Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Boyke Setiawan yang wafat di Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahananan Prabowo Subianto menyebut akan mempelajari dugaan korupsi yang menjerat PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata atau Asabri (persero). Namun, Prabowo masih menunggu informasi lengkap dari Menteri BUMN dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kabar itu.

    Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo langsung mempelajari kasus tersebut setelah mendapat kabar tentang dugaan korupasi PT Asabri.

    "Menhan berkepentingan dengan kasus Asabri meski Asabri adalah BUMN yang secara hirarkris dibawah Koordinasi Kementerian BUMN," katanya melalui keterangan resminya, Selasa 14 Januari 2020.

    Meski tidak membawahi BUMN, Prabowo dianggap berkepentingan untuk membantu penyelesaian kasus ini. Pasalnya total aset PT Asabri senilai Rp35,188 triliun, berasal dari uang iuran pensiun prajurit TNI/Polri dan PNS TNI/Polri termasuk PNS Kemhan.

    Dari total gaji seluruh prajurit maupun PNS, PT Asabri memotong gaji pokok mereka sebesar 4,75 persen tiap bulan dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua. "Jadi, Pak Menhan ingin memastikan dana prajurit tetap aman dan tidak terganggu," kata Dahnil.

    Perusahaan plat merah itu diduga melakukan korupsi sekitar Rp10 triliun. Dugaan itu disebut-sebut tidak kalah fenomenal dibandingkan dengan kasus gagal bayar yang mendera Jiwasraya.Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD juga sempat menyebut akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN untuk mengetahui dugaan korupsi di tubuh Asabri itu.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.