2019, Serapan Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM 94 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, memberikan penghargaan pada wakil Lembaga Pengelola Hutan Nagari Taram yang disaksikan  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dan Direktur utama TEMPO Media Group Toriq Hadad dalam acara Festival Pesona Perhutanan Sosial Nasional Awarding Tokoh Perhutanan Sosial 2019 di kantor KLHK, Jakarta, Kamis 28 November 2019. Program Perhutanan Sosial adalah salah satu solusi untuk mencegah perusakan hutan. TEMPO/Subekti.

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, memberikan penghargaan pada wakil Lembaga Pengelola Hutan Nagari Taram yang disaksikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dan Direktur utama TEMPO Media Group Toriq Hadad dalam acara Festival Pesona Perhutanan Sosial Nasional Awarding Tokoh Perhutanan Sosial 2019 di kantor KLHK, Jakarta, Kamis 28 November 2019. Program Perhutanan Sosial adalah salah satu solusi untuk mencegah perusakan hutan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa realisasi anggaran kementerian yang dinaunginya pada tahun 2019 hanya sebesar 94 persen. Padahal, total pagu yang disediakan mencapai Rp 961,4 miliar.

    "Anggaran total sekitar 900-an miliar dan realisasi sekarang 94 persen," ujar Teten Masduki di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Teten menjelaskan, pagu anggaran yang disediakan pada tahun 2019 digunakan untuk lima program utama pada Kementerian Koperasi dan UKM. Pertama adalah  untuk dukungan manajemen dan pelaksana tugas teknis lainnya yang menyerap anggaran mencapai Rp 210 miliar.

    Program kedua, Kementerian Koperasi dan UKM menggunakan sebanyak Rp 86 miliar untuk keperluan peningkatan sarana dan prasarana aparatur. Realisasi tersebut hanya mencapai 98 persen dari pagu anggaran yang disediakan pada program tersebut mencapao Rp 87,7 miliar.

    Kemudian program ketiga,  untuk peningkatan daya saing UMKM dan koperasi terserap anggaran sebesar Rp 506 miliar. Adapun  pagu yang ditetapkan untuk program ini mencapai Rp 550 miliar.

    Selanjutnya program keempat untuk penguatan kelembagaan koperasi, Kementerian Koperasi dan UKM hanya menggunakan Rp 25,9 miliar. Untuk program kerja terakhir, yakni peningkatan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro pun hanya menyerap Rp 82 miliatrdari pagu anggaran disiapkan program ini capai Rp 86 miliar.

    Sehingga pada realisasi pagu anggaran 2019 sampai akhir tahun, Kementerian Koperasi dan UKM menyisakan dana senilai Rp 56 miliar yang tidak terserap. Oleh karena itu Teten menyatakan, untuk meningkatkan penyerapan anggaran pada tahun ini, program kerja kementeriannya telah disesuaikan sebesar 30 persen yang sudah direncanakan oleh Menteri Koperasi dan UKM sebelumnya, mengikuti arahan dari Presiden Joko Widodo dan Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.