Erick Thohir dari PEA: BUMN Terlibat di Proyek Rp 314,9 Triliun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir saat menyaksikan drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Drama Hari Anti Korupsi, menyajikan pesan tentang korupsi yang harus ditolak sejak dini.. Foto: Biro Setpres

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir saat menyaksikan drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Drama Hari Anti Korupsi, menyajikan pesan tentang korupsi yang harus ditolak sejak dini.. Foto: Biro Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir mengatakan 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah disepakati dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed.

    Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA).

    Menurut Erick Thohir, dalam investasi tersebut beberapa BUMN turut berkontribusi. Dia juga memastikan kerja sama antara BUMN dan PEA berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan.

    Alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak.

    “Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat," kata Erick dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 13 Januari 2020.

    Erick Thohir mendampingi Jokowi dalam rapat bilateral dengan Sheiks Mohamed Bin Zayed.

    Jokowi menyampaikan bahwa PEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi.

    Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed mengatakan hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan.

    Perjanjian bisnis dan perjanjian pemerintah yang disepakati dalam pertemuan tersebut, di antaranya dalam bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset.

    Estimasi total nilai investasi hingga US$ 22.89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun.

    Bebarapa BUMN yang berkontribusi dalam investasi tersebut antara lain PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

    Pertamina bekerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas yang dibangun pada 1971 dan memiliki cadangan minyak terbesar nomor 7 di dunia.

    Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum, yaitu perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu Internasional terkemuka.

    Mubadala Petroleum mengelola aset dan operasi hingga mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.

    Adapun Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA), produsen 'Aluminium Premium' terbesar di dunia.

    PLN bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi, PEA.

    Kerja sama antara PLN dan Masdar di antaranya dalam proyek pembangunan PLTS Terapung (Floating PV) di Waduk Cirata, Jawa Barat.

    Proyek tersebut akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.