Hasil Lawatan Abu Dhabi, Jokowi Kantongi 11 Perjanjian Bisnis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020. Dalam pertemuan tersebut Presiden menawarkan investasi pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) tahap kedua di Natuna. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020. Dalam pertemuan tersebut Presiden menawarkan investasi pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) tahap kedua di Natuna. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan lawatan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), pada Ahad 12 Januari 2020.

    Hasil kunjungan tersebut telah menghasilkan 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah yang telah disepakati, diantaranya bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi hingga sebesar US$22.89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

    "UAE akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi," kata Jokowi melalui siaran pers, Senin, 13 Januari 2020.

    Adapun dalam investasi tersebut beberapa BUMN turut berkontribusi antara lain PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

    Pertamina bekerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas yang dibangun pada 1971 yang memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia. Kemudian perusahaan migas pelat merah tersebut itu juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum, yaitu perusahaan eksplorasi dan produksi hulu migas Internasional yang mengelola aset dan operasi hingga mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.

    Sementara itu, Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) sebuah produsen aluminium premium terbesar di dunia.

    Sedangkan PLN bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi. Adapun kerja sama antara perseroaan dan Masdar disepakati pembangunan proyek PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat yang digadang akan jadi PLTS terbesar di Asia Tenggara.

    Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan, kerja sama antara BUMN dan Uni Emirat Arab akan berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Kemudian untuk alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya menguntungkan bagi kedua belah pihak.

    "Selain dengan Persatuan Emirat Arab, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negara-negara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat karena perusahaan dikelola dengan baik, transparan dan mengedepankan GCG (good corporate governance)," kata Erick

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara