Kendalikan Banjir di Bandung, PUPR Bangun Bendungan Cibeet

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Kolam Retensi Cieunteung di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 28 November 2019. Kolam retensi seluas 8,7 ha yang diperkirakan mampu menampung 220 ribu m3 air buangan Sungai Citarum tersebut diperkirakan dapat mengurangi luas genangan banjir dari semula 342 Ha menjadi 41 Ha. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Foto udara Kolam Retensi Cieunteung di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 28 November 2019. Kolam retensi seluas 8,7 ha yang diperkirakan mampu menampung 220 ribu m3 air buangan Sungai Citarum tersebut diperkirakan dapat mengurangi luas genangan banjir dari semula 342 Ha menjadi 41 Ha. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, fokus infrastruktur pengendali banjir Sungai Citarum tahun depan bergeser ke daerah hilirnya. Salah satu infrastruktur pengendali banjir yang akan dibangun di daerah hulu Sungai Citarum adalah Bendungan Cibeet di Karawang. “Kapasitasnya 60 juta meter kubik. Desainnya sudah clear tinggal sertifikasi,” kata dia di sela kunjungannya di lokasi proyek Sodetan Sungai Cisangkuy, di Kabupaten Bandung, Senin, 13 Januari 2020.

    Basuki mengatakan, pembenahan tanggul sungai di muara Sungai Citarum di Muaragembong juga menjadi salah satu prioritas perbaikan daerah hulu sungai tersebut. “Kemudian tanggul-tanggul, kaya di Muaragembong. Mungkin juga pengerukan di muara supaya alirannya lebih cepat,” kata dia

    Pengerjaan infrastruktur pengendali banjir Sungai Citarum saat ini sengaja fokus di daerah hulunya untuk mengurangi banjir di Cekungan Bandung. “Saya harus selesaikan ini baru saya fokus, karena kalau disebar, uangnya malah jadi ecek-ecek. Ini selesai, tahun depan saya penuh ke sana (daerah hulu Citarum),” kata dia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, biaya membangun Bendungan Cibeet menembus Rp 800 miliar. Bendungan Cibeet itu untuk mengurangi banjir di Karawang. “Pokoknya semua yang membanjiri Karawang, yang sumbernya dari (Sungai) Cibeet, kita tahan di sebuah titik,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, tahun ini ditargetkan pembebasan lahan tuntas. “Tahun ini (konstruksi) kalau pembebasan lahan mayoritas sudah lancar. Karena desain engineering dan dananya sudah ada,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, pengerjaan infrastruktur pengendali banjir, diklaimnya tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo. “Ini menindaklanjuti perintah Pak Presiden di Hari Rabu, itu rapat di Istana dengan Pak Menteri untuk segera melakukan percepatan-percepatan pengendalian banjir,” kata dia.

    Infrastruktur pengendali banjir untuk aliran sungai yang bermuara di DKI misalnya, dengan percepatan pengerjaan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Bogor. “Untuk wilayah Jawa Barat yang sungai airnya ke arah Jakarta, maka Bendugnan Ciawi dan Sukamahi lagi dikebut. Dari mendekati 50 persen, mudah-mudahan sebelum musim hujan tahun depan sudah selesai,” kata Ridwan Kamil.

    Sementara untuk pengendali banjir di Bekasi, dengan membangun bendungan di pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi. “Kemudian untuk solusi banjir Bekasi, kita akan ada bendungan juga, pekerjaan tata air, nilainya Rp 4,6 triliun. Itu di area pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi, sampai ke muaranya. Kemudian untuk yang Karawang yang terkena banjir di Cibeet, sudah siap. Tinggal pembebasan lahan, ada beberapa yang harus segera kita kebut oleh pemerintah daerah Karawang, maupun Pemprov Jabar,” kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.