Kementerian BUMN Sebut Asabri Koleksi Saham Gorengan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat PT Asabri (Persero) di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kantor Pusat PT Asabri (Persero) di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mengonfirmasi bahwa PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) mengalami penurunan nilai investasi pada portofolio saham seperti yang telah beredar publik.

    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan bahwa Asabri mengalami kerugian dari penurunan nilai saham dan reksa dana sahamnya. Namun, dia belum dapat menyampaikan nilai pasti dari kerugian tersebut.

    Tiko pun menjelaskan bahwa terdapat saham dengan fluktuasi tinggi atau saham gorengan di dalam portofolio investasi Asabri. Dia tidak menjabarkan daftar saham tersebut, tetapi hal itu telah menjadi informasi publik.

    "Ya itu nama-nama yang sudah beredar itulah nama-nama sahamnya, kan sudah pada tahu juga," ujar Tiko di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.

    Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan bahwa Asabri menempatkan beberapa portofolio di saham gorengan sehingga saat ini nilai investasinya melorot.

    "Soal dia (Asabri) memang ada bermain investasi seperti itu, dari laporan yang kami terima memang ada juga investasi di saham-saham yang tidak bagus, yang menyebabkan masalah seperti itu. Perlu dibenahi. Hanya pembenahan dari Asabri ini berbeda dengan pembenahan solusi seperti Jiwasraya."

    Pada 2019, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri mengalami penurunan harga saham yang mencapai 90-an persen sepanjang tahun berjalan. Dari keterbukaan informasi, ada 14 saham yang masuk ke dalam portofolio Asabri. Namun, Asabri melepas seluruh investasinya di PT Pool Advista Finance Tbk. (POOL), pada Desember 2019.

    Akibatnya, saham POOL terjun paling dalam di antara portofolio Asabri lainnya dengan penurunan 96,93 persen sepanjang 2019. Bahkan, saham tersebut disuspensi hingga kini sejak 30 Desember 2019, dengan level harga penutupan Rp156.

    Harga saham yang nahas berikutnya adalah PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE), yang terkoreksi 95,79 persen pada tahun lalu ke level Rp326.

    Pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Januari 2020, harganya kembali merosot menuju Rp 284. Asabri mengempit 15,57 persen saham FIRE.

    Penurunan drastis pun dialami saham PT SMR Utama Tbk. (SMRU) sebesar 92,31 persen ke posisi Rp 50. Level gocap itu pun bertahan hingga kini. Asabri memegang 6,61 persen saham SMRU.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku sudah mendengar isu dugaan korupsi di tubuh Asabri. Dia meminta hal tersebut diungkap secara tuntas.

    "Ya, saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun," ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.