Banjir di Masa Libur Tahun Baru, Peritel Rugi Rp 135 M per Hari

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mal Taman Anggrek masih tutup setelah terdampak banjir, Sabtu malam, 11 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Mal Taman Anggrek masih tutup setelah terdampak banjir, Sabtu malam, 11 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta- Aktivitas bisnis pada malam pergantian tahun biasanya melonjak tajam, namun tidak pada Tahun Baru 2020 ini.    Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, transaksi bisnis pada masa libur Tahun Baru 2020 kemarin tidak sesuai harapan karena terjadi banjir besar di Jakarta dan daerah sekitarnya.

    "Kerugian transaksi mencapai triliunan," ucap Sarman Simanjorang Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi DKI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) di Jakarta pada Senin, 13 Januari 2020.

    Menurut Sarman, para pelaku usaha di berbagai sektor, seperti ritel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, serta pengelola transportasi mengalami kerugian akibat banjir yang di luar perkiraan ini. Menurut dia, total jumlah kerugian transaksi bisnis pada libur tahun baru kemarin mencapai sekitar Rp 135 miliar per hari. Apabila dikalikan selama lima hari libur tahun baru saat banjir, yaitu 1-5 Januari 2020, maka taksiran kerugian adalah sebesar Rp 675,27 miliar.

    Perhitungan tersebut, kata Sarman, bahkan belum termasuk kerugian langsung yang dirasakan supir taksi, pengemudi ojek online, dan pedagang pasar. Adapun perhitungan kotor kerugian langsung diperkirakan mencapai Rp 370 miliar.  Maka apabila ditambahkan akan mencapai jumlah kerugian mencapai Ro 1 triliun lebih.

    Asumsi kerugian akibat banjir yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun ini belum termasuk kerugian material yang dirasakan warga secara langsung. Kerugian seperti kendaraan, perabotan rumah tangga, dan surat berharga juga diperkirakan mencapai miliaran.

    Karena itu, para pelaku usaha mengharapkan solusi dan langkah taktis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Harapannya, agar ke depan tak lagi ada ancaman banjir ekstrem di ibu kota. 

    DEA REZKI GERASTRI (MAGANG) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.