Setyanto Hantoro Diangkat sebagai Direktur Utama Telkomsel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setyanto Hantoro (Dok. Telkomsel)

    Setyanto Hantoro (Dok. Telkomsel)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah vakum selama hampir dua bulan, akhirnya kursi tertinggi di PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) ditetapkan untuk diisi oleh Setyanto Hantoro. Setyanto menggantikan Emma Sri Martini yang sebelumnya diangkat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) pada November 2019.

    "PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) selaku pemegang saham PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengangkat Setyanto Hantoro sebagai Direktur Utama Telkomsel," berikut bunyi siaran pers yang disampaikan manajemen Telkomsel kepada wartawan, 13 Januari 2020.

    Selain menunjuk direktur utama, Telkomsel turut mengangkat Direktur Network Telkomsel Venusiana Papasi. 

    Denny Abidin, VP Corporate Communications Telkomsel menyatakan, penunjukan dua direktur baru ini dilakukan sejalan dengan strategi perusahaan untuk melanjutkan transformasi perusahaan menjadi telco digital company. Strategi tersebut dianggap mampu mengakselerasikan perusahaan untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi hingga pelosok.

    Setyanto Hantoro pernah menjabat sebagai petinggi di induk usaha Telkomsel, yakni PT Telkom. Di Telkom, ia menempati posisi sebagai SVP Strategic Investment.

    Kemudian, pada 2016, ia juga pernah menempati posisi sebagai Komisaris Utama Jalin, cucu usaha Telkom.

    Dengan dua direktur baru tersebut, berikut susunan Direksi Telkomsel saat ini:
    • Direktur Utama : Setyanto Hantoro
    • Direktur Sales : Ririn Widaryani
    • Direktur Finance : Heri Supriadi
    • Direktur HCM : Irfan A. Tachrir
    • Direktur Network : Venusiana Papasi
    • Direktur Planning & Transformation : Edward Ying
    • Direktur Information Technology : Bharat Alva
    • Direktur Marketing : Rachel Goh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.