Kesepakatan RI-Uni Emirat Arab, Luhut: Deal Terbesar dan Tercepat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan akan ada realisasi investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia sebelum akhir 2019. ANTARA

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan akan ada realisasi investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia sebelum akhir 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidanv Maritim dan Investasi Luhut Binsat Pandjaitan mengklaim bahwa perjanjian kerja sama dengan Uni Emirat Arab yang dihasilkan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed adalah yang tercepat disepakati.   

    "Seperti yang disampaikan Presiden, ini adalah deal terbesar mungkin dalam sejarah Indonesia yang disepakati, yaitu dengan Uni Emirat Arab. Hanya dalam waktu enam bulan," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Januari 2020.

    Di samping itu pemerintah juga sedang melakukan finalisasi pembentukan Sovereign Wealth Fund. Selain UEA, pihak yang bakal berpartisipasi dalam proyek ini adalah Softbank dari Jepang dan IDFC dari Amerika Serikat. "Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut bergabung," kata Luhut.     

    Kerja sama ini berawal dari pertemuan antara Mohamed bin Zayed dengan Jokowi di Istana Bogor pada bulan Juli lalu. Saat membuka konferensi pers, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kerja sama ekonomi kedua negara ini meliputi kerja sama antar-pemerintah dan business to business di berbagai bidang seperti pertanian, pendidikan, pendidikan agama, investasi, dan lain-lain. 

    "Kerja sama ekonomi Indonesia-UEA dengan proyek senilai US$ 22,89 miliar, partisipasi UEA di dalamnya sebesar 33 persen yang bernilai US$ 6,8 miliar. Ada lima proyek G to G dan 11 proyek B to B," ujar Retno kala itu.

    Menurut Luhut dalam pertemuan itu Mohamed mengatakan bahwa UEA ingin lebih banyak lagi ikut dalam pembangunan di Indonesia karena mereka menganggap Indonesia adalah saudara dan merupakan negara berpenduduk muslim terbesar. Ia mengatakan hubungan Jokowi dan Putra Mahkota tersrbut sangat cair, karena ia menganggap sebagai 'big brother'.      

    "Dari perbincangan tadi diungkap bahwa pihak UEA akan menjadi kontributor terbesar dalam proyek SWF di antara yang lainnya. Mungkin ini baru pertama kali terjadi, pihak-pihak yang bermodal besar bekerja sama dalam satu proyek," katanya. Ihwal SWF, Luhut menyampaikan bulan depan MBZ, Masayoshi Son dari Softbank, dan Adam Bohler dari IDFC akan bertemu lagi untuk pembicaraan final bersama Menteri BUMN Erick Thohir.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.