PLN Belum Bisa Pulihkan Suplai Listrik, Sukajaya Diberi 30 Genset

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunaan alat Ground Penetrating Radar untuk mencari korban longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/MA Murtadho

    Pengunaan alat Ground Penetrating Radar untuk mencari korban longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/MA Murtadho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca-bencana tanah longsor di Tahun Baru lalu, hingga saat ini aliran listrik ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih terputus. Karena itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menyerahkan sebanyak 30 genset untuk desa-desa di Sukajaya yang  masih gelap-gulita.

    "Saya menyampaikan bantuan dari dermawan yang menyumbangkan 30 genset untuk enam desa. Berarti satu desa lima genset," ujarnya kepada ANTARA di Bogor, Ahad 12 Januari 2020.

    Menurut Ade, putusnya akses di sembilan desa Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor akibat longsor pada Rabu 1 Januari 2020 itu juga mengganggu ssambungan kabel PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

    "Karena listrik belum ada. Saya mendorong terus PLN, karena listrik sangat diperlukan oleh warga. Kalau dalam cuaca gelap dingin, ini sangat perlu," kata Ade.

    Sementara itu, Manajer PLN Area Jasinga, Sri Nurjanti men menjelaskan bahwa PLN masih terkendala akses jalan untuk melakukan perbaikan. Menurut dia, jika akses jalan sudah siap dilewati maka petugas teknisi PLN bisa langsung melakukan perbaikan dan mengakhiri pemadaman listrik yang sudah berlangsung hampir dua pekan ini.

    Sri  mengatakan, untuk melakukan perbaikan sambungan listrik di Kecamatan Sukajaya, PLN Area Jasinga juga dibantu oleh unit lain di PLN dengan jumlah pasukan sekitar 94 orang. "Sampai saat ini tim masih menyebar melakukan peninjauan titik yang mudah dijangkau agar penerangan ke rumah warga bisa mudah," kata Sri.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.