Antisipasi Banjir, Kementerian PUPR Keruk Kali Babakan Brebes

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban longsor mengungsi setelah rumah mereka terkena banjir bandang dan longsor di Sukajaya, Bogor, Ahad, 5 Januari 2020. Menteri Basuki Hadimuljono, sesuai arahan Presiden Jokowi, telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer. TEMPO/Amston Probel

    Warga korban longsor mengungsi setelah rumah mereka terkena banjir bandang dan longsor di Sukajaya, Bogor, Ahad, 5 Januari 2020. Menteri Basuki Hadimuljono, sesuai arahan Presiden Jokowi, telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan mengeruk Kali Babakan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sepanjang empat kilometer. Pengerukan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir akibat curah hujan tinggi dalam waktu dekat.

    "Saya minta seminggu atau paling lama 10 hari pengerukan kali sepanjang empat kilometer dari Desa Cikesel sampai Desa Ketanggungan sudah selesai," kata Menteri Basuki usai meninjau Jembatan Kali Babakan di Brebes, Ahad 12 Januari 2020.

    Menurut Basuki, dirinya sudah menghubungi PT Wijaya Karya (Persero) untuk melakukan pengerukan dan melebarkan Kali Babakan, sehingga proses dan penyelesaian bisa lebih baik.

    Meluapnya Kali Babakan pada minggu lalu, kata Basuki, karena memang curah hujan yang sangat tinggi dan prediksi BMKG akan terus tinggi hingga Februari 2020. Sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul Kali Babakan pada Rabu 8 Januari 2020 petang.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes Nuhsy Mansur  mengatakan, banjir akibat jebolnya tanggul Kali Babakan tersebut telah merendam rumah warga di Kecamatan Ketanggungan dan jalur alternatif Pejagan-Purwokerto.
    "Ketinggian air, Rabu malam sempat mencapai 50 centimeter sampai 100 centimeter. Akan tetapi kini, limpasan air banjir yang menggenangi rumah warga sudah mulai surut," katanya.

    Menurut dia, hingga Kamis pagi, sekitar 100 korban banjir bandang masih mengungsi ke sejumlah lokasi seperti ke tempat rumah saudaranya dan masjid. "Banjir bandang ini melanda di beberapa desa Kecamatan Ketanggungan seperti Cikesal Lor, Cikesal Kidul, dan Pamedaran. Saat ini, kami sedang menyalurkan akomodasi pada korban banjir bandang dan bergotong royong menyingkirkan lumpur yang terbawa banjir," kata Nuhsy.

    Pemerintah mengingatkan pada masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan seiring dengan tingkat intensitas curah hujan yang cukup tinggi di beberapa wilayah. Masyarakat diminta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di masa puncak hujan ini. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.