IHSG Pekan Depan Diprediksi Menguat hingga 6.402

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG  pada pekan depan berpeluang menguat. Dia memperkirakan. saham akan bergerak di kisaran 6.198 - 6.402.

    "Pergerakan IHSG terlihat masih terkonsolidasi dalam rentang yang wajar, namun peluang kenaikan masih terlihat," dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 Januari 2020.

    William melihat pola gerak IHSG ditunjang oleh kuatnya fundamental perekonomian yang dapat dilihat dari data-data yang dilansir berbagai lembaga. Sedangkan capital inflow yang masih tercatat secara year to date juga turut menunjang pola kenaikan IHSG.

    Untuk investor yang ingin membeli saham pekan depan, ia merekomendasikan beberapa emiten berkode seperti BBNI, HMSP, MYOR, ROTI, TLKM, WIKA, SMRA, dan PWON.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini ditutup naik tipis 0,01 persen atau 0,45 poin di level 6.274,94. Lima dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin tambang (+1,54 persen) dan perdagangan (+0,54 persen). Empat sektor lainnya berakhir di wilayah negatif, dipimpin industri dasar (-0,70 persen).

     

    Adapun saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 4,34 persen dan 0,51 persen menjadi pendorong utama IHSG.

    Sebaliknya, pelemahan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA) masing-masing sebesar 1,20 persen dan 8,33 persen. Pelemahan ini menjadi penekan utama sekaligus menahan kenaikan IHSG.

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.