Cuaca Ekstrem, Empat Penerbangan di Makassar Dialihkan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat dari total tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Prancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, Sabtu, 18 Mei 2019. Tujuh pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis itu terpaksa mendarat darurat di Lanud SIM karena cuaca buruk. ANTARA/dok. PENTAK LANUD SIM

    Empat dari total tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Prancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, Sabtu, 18 Mei 2019. Tujuh pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis itu terpaksa mendarat darurat di Lanud SIM karena cuaca buruk. ANTARA/dok. PENTAK LANUD SIM

     

    TEMPO.CO, Makassar - Sebanyak empat penerbangan dialihkan ke Balikpapan, Kendari, dan Return To Base (RTB) ke Makassar, akibat cuaca ekstrem. Penerbangan terpaksa dialihkan karena angin kencang dan jarak pandang yang terlalu rendah.

    Koordinator Operational ATC AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar, Yuyun Nugraha mengatakan. hingga pukul 15.30 WITA, sebanyak empat pesawat dilaporkan dialihkan atau divert. Di antaranya dua pesawat tujuan Makassar dialihkan ke Balikpapan, satu tujuan Makassar dialihkan ke Kendari, dan satu pesawat tujuan Kabupaten Selayar Return To Base (RTB) ke Makassar.

    “Semoga dalam waktu dekat cuaca ekstrem ini membaik,” ucap Yuyun, Ahad 12 Januari 2020.

    Dia menjelaskan pesawat yang mengalami pengalihan rute  masing-masing adalah dari maskapai Garuda Indonesia, Lion, Batik Air. Adapun pesawat yang batal terbang dan return to base adalah dari maskapai Wings Air.

    Sementara, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) WIlayah IV Makassar, Nur Asiat Utami mengatakan hujan lebat, angin kencang yang disertai petir memang melanda Sulawesi Selatan. Menurut dia, hujan terjadi seluruh kabupaten/kota di Sulsel. 

    “Gelombang diprediksi mencapai 1-2,5 meter,” tutur Nur.  Selama cuaca ekstrem hari ini, suhu udara berkisar 20-30 derajat celcius, dan kelembapan udara 70-98 persen, dan angin barat-barat laut 15 - 45 kilometer per jam.

     

    Didit Hariyadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.