Perang Harga Dinilai Korbankan Kualitas Layanan Operator Seluler

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan telekomunikasi Telkomsel meluncurkan layanan komunikasi terintegrasi berbasis cloud, CloudX, melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019. Kredit: ANTARA/HO Telkomsel/am.

    Perusahaan telekomunikasi Telkomsel meluncurkan layanan komunikasi terintegrasi berbasis cloud, CloudX, melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019. Kredit: ANTARA/HO Telkomsel/am.

    TEMPO.CO, Jakarta -  VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin berpendapat bahwa perang tarif antar operator seluler masih mewarnai peta industri telekomunikasi saat ini dan tahun lalu. Denny memiliki pandangan bahwa hal tersebut tidak akan menguntungkan pelanggan serta industri telekomunikasi Indonesia secara jangka panjang. 

    “Perang tarif hanya akan menguntungkan pelanggan dalam jangka pendek, tapi akan mengorbankan kualitas layanan dari operator jika tidak diiringi dengan penambahan kapasitas,” kata Denny kepada Bisnis, Jumat, 10 Januari 2020. 

    Selain itu, lanjutnya, perang tarif terus terjadi akan melemahkan kemampuan operator dalam melakukan investasi untuk memperluas jaringan serta menghadirkan teknologi terkini. Kondisi tersebut akan memperlambat kemajuan industri telekomunikasi. 

    Oleh sebab itu Denny mendorong agar pemerintah mengeluarkan regulasi yang mengatur standar kualitas layanan, khususnya layanan data, untuk melindungi kepentingan pelanggan. 

    Dengan regulasi tersebut pelanggan tetap memperoleh layanan mumpuni. Pelanggan juga tidak menjadi tumbal ketidakmampuan operator memberikan layanan berkualitas akibat terlibat perang harga. 

    “Telkomsel cenderung menghindari dan tidak ingin terlibat dengan perang tarif. Perang tarif akan membatasi ruang investasi yang sangat diperlukan untuk menghadirkan manfaat teknologi yang merata hingga penjuru negeri,” kata Denny. 

    Dia berharap ke depan operator dapat lebih bersaing dalam inovasi produk dan layanan, khususnya berbasis digital, yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

    Denny menilai bahwa Industri telekomunikasi pada 2019 sangat menantang, terlebih dengan makin tingginya adopsi masyarakat dalam pemanfataan layanan telekomunikasi berbasis. 

    Bagi Telkomsel, 2019 lalu merupakan momen tepat untuk lebih fokus pada kebutuhan pelanggan dan berupaya menghadirkan ragam layanan terdepan, ujarnya.

    "Konsep customer-centric menjadi salah satu acuan bagi kami dalam menghadirkan pengalaman yang bernilai tambah untuk setiap pemanfaatan layanan yang kami hadirkan," kata Denny.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.