Dipecat, Eks CEO Boeing Dennis Muilenberg Dapat Rp 855,6 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, memberikan kesaksian di hadapan Komite Senat Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi mendengar tentang

    Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, memberikan kesaksian di hadapan Komite Senat Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi mendengar tentang "keselamatan penerbangan" dan 737 MAX yang menyebabkan dua kecelakaan mematikan 737 MAX yang menewaskan 346 orang, di Capitol Hill di Washington, AS, 29 Oktober 2019.[REUTERS / Sarah Silbiger]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan CEO Boeing Dennis Muilenburg mendapat kompensasi dan tunjangan pensiun senilai US$ 62 juta atau sekitar Rp 855,6 miliar (kurs Rp13.800) usai dipecat dari perusahaan.

    Muilenburg dipecat dari Boeing pada Desember tahun lalu karena perusahaan gagal menahan dampak dari dua kecelakaan fatal yang menghentikan produksi pesawat jet 737 MAX dan merusak reputasinya.

    Mengutip Reuters, Sabtu, 11 Januari 2020, angka kompensasi tersebut terungkap dalam sebuah laporan perusahaan pada Jumat. Meski menerima kompensasi, Muilenberg tidak akan menerima pesangon.

    Boeing menyebutkan pada November tahun lalu, Muilenburg sukarela menyerahkan bonus pada 2019 dan penghargaan sahamnya. Menurut laporan perusahaan, pada 2018, bonus dan penghargaan ekuitas Muilenberg mencapai sekitar US$ 20 juta.

    "Setelah kepergiannya, Dennis menerima tunjangan yang menjadi haknya menurut kontrak dan ia tidak menerima pesangon atau bonus tahunan 2019," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

    Boeing, yang mengalami kemunduran kinerja setelah dua kecelakaan pesawat di Indonesia dan Ethiopia, memecat Muilenburg karena dinilai tidak berbuat banyak dalam menyelesaikan krisis yang menelan biaya US$ 9 miliar itu.

    Posisi Muilenburg akan digantikan oleh David Calhoun, mantan eksekutif General Electric mulai 13 Januari mendatang, menurut pihak Boeing. Dalam laporan perusahaan, Calhoun akan menerima gaji pokok sekitar US$ 1,4 juta per tahun dan berhak atas US$ 26,5 juta sebagai kompensasi insentif jangka panjang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.