Danai Perusahaan Patungan, KAI dan MRT Kucurkan Rp 80 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memakai perlengkapan alat pelindung diri di proyek pembangunan Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Sisa rangkaian kereta yang belum tiba akan dikirim dalam rentang waktu Agustus-November 2018. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memakai perlengkapan alat pelindung diri di proyek pembangunan Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Sisa rangkaian kereta yang belum tiba akan dikirim dalam rentang waktu Agustus-November 2018. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta menyalurkan Rp 80 miliar sebagai modal dasar untuk perusahaan patungan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang baru terbentuk.

    "Modal dasar yang telah kita putuskan nilainya Rp80 miliar. Modal itu dibagi 49 persen ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan 51 persen ditanggung oleh PT MRT Jakarta," ujar Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    William mengatakan bahwa dari total jumlah Rp 80 miliar tersebut, kira-kira Rp 50 miliar atau 62,5 persen akan disetorkan oleh KAI dan MRT Jakarta pada pekan ini. "Dari setoran awal sebesar Rp 50 miliar tersebut, sekitar Rp 25,5 miliar disetorkan oleh PT MRT Jakarta sedangkan Rp 24,5 miliar PT KAI," katanya.

    Pada Jumat, 10 Januari 2020 bertempat di Kantor Kementerian BUMN RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), dan PT KAI (Persero) menandatangani "Perjanjian Pemegang Saham antara PT MRT Jakarta Perseroda dan PT Kereta Api Indonesia Persero."

    Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan Ph.D.

    Perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek akan mengelola dan menata 72 stasiun, termasuk kereta api bandara, dan kereta commuterline.

    Dalam waktu yang sama, ditandatangani pula “Perjanjian Pemegang Saham” antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT KAI yang lakukan langsung oleh direktur utama kedua perusahaan.

    Perjanjian ini juga sebagai tindak lanjut "head of agreement" antara kedua belah pihak yang mengatur kesepakatan pembentukan perusahaan patungan yang akan melakukan kajian dan pelaksanaan integrasi transportasi serta pengembangan kawasan berorientasi transit di Jabodetabek.

    Menteri BUMN Erick Thohir bersyukur bahwa perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta akhirnya dapat terwujud. Sedangkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek dapat menjadi acuan bagi pengembangan angkutan kereta urban di seluruh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.