Kapal Cina Masuk ke Natuna, Kemenhub: Sudah Berkali-kali

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan KRI Teuku Umar-385 saat menghalau kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai di Laut Natuna, Sabtu, 4 Januari 2020. Tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal Cina bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pergerakan KRI Teuku Umar-385 saat menghalau kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai di Laut Natuna, Sabtu, 4 Januari 2020. Tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal Cina bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.ANTARA/M Risyal Hidayat

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan, Ahmad membenarkan bahwa keberadaan kapal ikan Cina di perairan Natuna, Kepulauan Riau, bukanlah kali ini saja. Sebelumnya, juga ada beberapa kasus pelanggaran yang dilakukan dari kapal-kapal tersebut.

    “Sebelumnya sudah ada beberapa, baik kapal nelayan, kapal niaga, itu sudah biasa kami tangkap, kami usir,” kata Ahmad saat ditemui di Kemenhub, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020. Sebagian dari kapal-kapal inipun, kata dia, sudah diproses oleh TNI Angkatan Laut.

    Beberapa hari lalu, kapal ikan Cina mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna dikawal Coast Guard atau KPLP-nya Cina. Namun hingga kemarin, TNI menyatakan saat ini kapal-kapal itu telah keluar dari perairan Natuna ini.

    Meski kapal ikannya telah keluar, KPLP tetap menyiagakan 39 kapal patroli mereka untuk dimobilisasi ke perairan Natuna. Dari 39 kapal ini, satu kapal yaitu Kapal Negara (KN) Sarotama P-112 telah berangkat dari PLP Tanjung Uban di Pulau Bintan menuju ke perairan Natuna yang berjarak lebih dari 500 kilometer. Lalu hari ini, KN Kalimasada P-115 juga akan dikirim untuk membantu KN Sarotama P-112.

    Dari catatan, pelanggaran oleh kapal Cina di Natuna memang bukan kali ini saja.  Maret 2016, Kapal Cina KM Kway Fey 10078 masuk ke wilayah Indonesia. "Berdasarkan floating daripada Lanal Ranai itu kan berada di wilayah kita, di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Itu harus kita bicarakan nanti," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi saat itu.

    Tiga bulan berikutnya, giliran Kapal Ikan Han Tan Cou 19038 berbendera Cina yang masuk ke perairan Natuna. Kapal itu pun ditangkap oleh KRI Imam Bonjol 383. 

    Dalam penangkapan, Panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (Kormabar) TNI Angkatan Laut saat itu, Laksamana Muda Achmad Taufiquerrochman penangkapan kapal ikan ini diikuti coast guard atau kapal penjaga asal Cina.

    "Mereka dikawal coast guard asal Cina. Mereka ngotot mengatakan kapal ikan itu memancing di traditional fishing ground," ucap Taufiq di Markas Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Juni 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.