Bangun Pertanian Merauke, Menteri Syahrul Target Ekspor Rp 200 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Jakarta dan sekitarnya di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Jakarta dan sekitarnya di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bertandang ke kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Senayan, Jakarta Selatan. Pertemuan dilakukan untuk membahas mekanisme dan rancangan program jangka panjang untuk membangun pertanian di Kabupaten Merauke, Papua.

    "Rancangan tersebut salah satunya untuk memperkuat kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani)," kata Syahrul dalam keterangan yang diterima Tempo di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Syahrul menambahkan, rancangan ini juga sudah memiliki target ekspor produk pertanian sebesar Rp 200 triliun dengan menggunakan sistem mekanisasi dan teknologi. Di samping itu, ada juga upaya menjamin tercukupinya kebutuhan makan 267 juta penduduk Indonesia.

    Dalam pertemuan ini, Syahrul meminta dukungan Tjahjo untuk optimalisasi kelembagaan para penyuluh. "Peranan para penyuluh sebagai ujung tombak utama pertanian kita juga harus diperkuat secara masif dan terstruktur di semua level desa," kata dia.

    Sejak 2015, Presiden Joko Widodo sudah memulai pengembangan 1,2 juta hektare lahan pertanian di Merauke. Saat itu, Jokowi membahas khusus masalah ini dengan Bupati Merauke Romanus Mbaraka.

    Saat itu, Romanus mengatakan lahan ini akan didorong secara integrasi dan fokus pada hortikultura. "Bagaimana beras nasional bisa kita penuhi dari 1,2 juta hektare tersebut," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.