MRT dan KAI Bentuk Perusahaan Patungan, Menhub: Saya Bahagia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan life jacket kepada penumpang di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 24 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan life jacket kepada penumpang di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 24 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Perjanjian Pemegang Saham dan Perjanjian Penataan Stasiun Terintegrasi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada, Jumat, 10 Januari 2020. Dengan demikian mereka juga membentuk perusahaan patungan alias joint venture bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang akan mengelola dan menata 72 stasiun.

    "Hari ini saya bahagia karena ada satu kepastian angkutan massal semakin hebat dan beri layanan baik," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Ia mengatakan saat ini KAI telah melayani 1,2 juta penumpang per hari di DKI Jakarta. Dengan kerja sama ini jumlahnya meningkat menjadi 1,9 juta penumpang dan diharapkan akan terus meningkat lagi.

    "Ini adalah titik awal integrasi antar moda berjalan dengan baik, karena salah satu hal pentingnya adalah kelembagaan," kata Menhub.

    Ke depannya, dia berharap integrasi antar moda itu juga ditunjang dengan pengembangan kawasan TOD alias Transit Oriented Development dan penataan simpul transportasi. Dengan demikian, ia meyakini dampak kepada pengembangan transportasi perkotaan akan baik dan mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pembentukan perusahaan patungan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pengelolaan sistem moda transportasi terintegrasi. Ia mengatakan sejak awal Presiden Joko Widodo sudah memintanya untuk mengerjakan soal pengelolaan moda transportasi publik terpadu dan terintegrasi.

    Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kerja sama itu adalah bentuk kolaborasi tiga unsur, yaitu Kementerian Badan Usaha Milik Negaa, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengatakan perusahaan patungan itu akan mengelola dan menata 72 stasiun, termasuk kereta api bandara dan kereta commuterline.

    “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 51 persen saham. Saat ini moda transportasi darat dan kereta akan menjadi satu. Fase awal menata empat stasiun, yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman,” kata dia.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.