IHSG Berpotensi Menguat Menjelang Kesepakatan AS-Cina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi lanjut menguat pada akhir pekan, Jumat, 10 Januari 2020, menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS-Cina.

    IHSG pada Jumat pagi dibuka menguat 12,67 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.287,17, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,32 poin atau 0,33 persen menjadi 1.020,17.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, optimisme pasar tengah muncul atas kesepakatan dagang AS-Cina.

    Saham AS melanjutkan "rally" kenaikan setelah Kementerian Perdagangan Cina mengungkapkan bahwa akan menandatangani kesepakatan fase satu pekan depan.

    "Diperkirakan sentimen ini akan berdampak positif bagi pasar lainnya, termasuk peluang bagi IHSG diperkirakan kembali melanjutkan kenaikan hari ini," ujar Alfiansyah.

    Sentimen lainnya, lembaga pemeringkat internasional Moody's menetapkan peringkat surat utang Indonesia stabil di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.

    Moody's memberi peringkat stabil atau Baa2 untuk surat utang Indonesia. Peringkat stabil yang diberikan Moody's tersebut menunjukkan kualitas surat utang Indonesia tidak mengalami perbaikan dari sebelumnya, namun tidak mengalami penurunan.

    Bursa saham regional Asia siang ini antara lain indeks Nikkei menguat 64,29 poin atau 0,27 persen ke 23.804,16, indeks Hang Seng menguat 3,35 poin atau 0,01 persen ke 28.564,35, dan indeks Straits Times menguat 3,26 poin atau 0,1 persen ke posisi 3.250,74.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.