Lifting Migas 2019 Tak Capai Target, SKK Migas Beberkan Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 12 Juli 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 12 Juli 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto blak-blakan menjelaskan alasan realisasi lifting minyak dan gas bumi atau lifting migas nasional pada tahun 2019 yang tak mencapai target.

    Realisasi lifting migas sepanjang 2019 sebesar 1,8 juta barel setara minyak per hari (BOPD). Artinya, realisasi lifting migas hanya mampu mencapai 90,5 persen dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019 sebesar 2,025 juta BOPD.

    Rinciannya adalah realisasi lifting minyak sepanjang tahun lalu mencapai 746.000 barel per hari atau 96,3 persen dari APBN 2019 sebesar 775.000 barel per hari. Namun demikian, capaian ini di atas target di dalam dokumen WP&B (Work, Program & Budget) sebesar 729,5 ribu BOPD atau sebesar 102,3 persen.

    Dwi menjelaskan, lifting minyak Indonesia sebetulnya berpotensi mencapai 752.000 barel per hari. Namun produksi berkurang sepanjang 2019 karena ada kebakaran hutan di Sumatera, dampak kondensat karena curtailment gas, revisi Amdal EMCL dan kebocoran di lapangan YY blok Offshore North West Java (ONWJ).

    "Jika dibandingkan RUEN pada 2019, diprediksi lifting minyak berada di angka 590.000 BOPD. Capaian 746.000 BOPD ini telah menunjukkan hasil yang membanggakan atas upaya kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS," kata Dwi, konferensi pers di Gedung SKK Migas Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Sementara itu, realisasi lifting gas sepanjang 2019 mencapai 5.934 MMSCFD atau hanya 84,8 persen dari target APBN 2019 sebesar 7.000 MMSCFD. Jika dibandingkan dengan target WP&B yang sebesar 5,937 MMSCFD, realisasi lifting gas 2019 mencapai 99,9 dari target yang ditetapkan.

    Lebih jauh Dwi memaparkan kinerja lifting gas 2019 pada awalnya sempat mencapai angka 6.002 MMSCD. Angka ini diperoleh setelah SKK Migas dan KKKS melakukan berbagai terobosan dan inovasi melalui kegiatan antara lain Filling The Gap (FTG), Production Enchancement Techonology (PET), Management, Optimisasi Planned Shutdown dan lainnya.

    Namun belakangan adanya curtailment gas 60,8 MMSCFD seperti yang terjadi di JOB PMTS, Pertamina EP dan ENI. Setelah itu ada kejadian H2S Spike EMCL dan kebocoran gas dan tumpahan minyak di lapangan YY, perairan Karawang, memberikan penurunan lifting gas sebesar 7,2 MMSCFD.

    DEA REZKI GERASTRI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.