Iran - AS Mereda, Harga Minyak Mentah Turun ke Level USD 65,37

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miiter Amerika Serikat melancarkan serangan udara rudal presisi menggunakan jet tempur F-15 terhadap markas kelompok milisi Kataib Hizbullah dukungan Iran di Irak dan Suriah. NY Post

    Miiter Amerika Serikat melancarkan serangan udara rudal presisi menggunakan jet tempur F-15 terhadap markas kelompok milisi Kataib Hizbullah dukungan Iran di Irak dan Suriah. NY Post

    TEMPO.CO, Jakarta - Meredanya kekhawatiran bahwa konflik Amerika Serikat dan Iran akan terus memanas mendorong harga minyak mentah turun dan kemarin ditutup di level terendah sejak pertengahan Desember tahun lalu.

    Data Bloomberg mencatat, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 berakhir turun 5 sen di level US$ 59,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 ditutup turun 7 sen di level US$ 65,37 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan pernyataannya di Gedung Putih untuk menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari 2020 lalu. Ia menyampaikan komentar yang menghilangkan kekhawatiran potensi konfrontasi militer antara AS dan Iran. Serangan Iran itu merupakan aksi balasan atas serangan AS di Irak pada Jumat pekan lalu yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

    Terlepas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir, pasokan minyak dari kawasan ini terus mengalir tanpa hambatan. Ketegangan antara kedua negara nyaris tidak berdampak pada pasokan minyak ke pasar. 

    “Pasar kini secara aktif mencoba stabil pascakrisis AS-Iran,” tutur Gene McGillian, manajer untuk riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. “Dari titik ini, pasar akan mencari fundamental-fundamental yang menjadi pendorong (minyak) sebelumnya pada pekan lalu."

    Sebelumnya, harga minyak melonjak pekan lalu ketika AS membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad. Lonjakan harga minyak WTI berlanjut melampaui level US$ 65 per barel setelah Iran melancarkan pembalasan. Namun, kenaikan yang dibukukan minyak seketika meluncur ketika prospek perang antara kedua negara surut.

    Kendati demikian, pihak Pentagon mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan dilakukan Iran selanjutnya. Sky Arabia melaporkan serangan roket baru yang menargetkan Zona Hijau di Baghdad kemarin. Ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di kawasan kaya minyak itu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.