Tangkap 7 Kapal Asing, Edhy Prabowo Hibahkan ke Nelayan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 9 Januari 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011. ANTARA

    Seorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 9 Januari 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011. ANTARA

    Tempo.Co, Jakarta -  Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan pihaknya telah menangkap tujuh kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. 

    Berbeda dengan kebijakan penenggelaman kapal yang dicetuskan pendahulunya, Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo mengemukakan bahwa kapal sitaan tersebut bakal dihibahkan ke nelayan lokal.

    "Kapal ini akan diserahkan ke Kejaksaan. Karena banyak sekali kampus-kampus ini punya jurusan perikanan, kenapa tidak saya serahkan ke sana. Atau misalnya nanti kita serahkan ke koperasi nelayan," ungkap Edhy Prabowo seusai meninjau langsung tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis, 9 Januari 2019 seperti dikutip dalam keterangan resmi.

    Edhy Prabowo memastikan kapal-kapal hasil tangkapan itu akan diberikan kepada pihak-pihak yang tepat. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan pemberian kapal tepat sasaran dan dikelola dengan benar.

    Meski demikian, dia pun menyatakan memiliki kekhawatiran apabila hibah kapal tersebut jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa KKP bakal mengawal alokasi hibah dan tak segan menarik kembali kapal tersebut jika disalahgunakan.

    Sebanyak tujuh kapal ikan asing ilegal yang telah dilumpuhkan terdiri atas satu kapal berbendera Malaysia, tiga kapal berbendera Filipina, dan tiga kapal berbendera Vietnam. Jumlah tangkapan ini meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sejumlah tiga unit kapal.

    "Sampai saat ini, KKP di era saya sudah menangkap tujuh kapal dengan tiga kejadian. Pertama di Bitung, lalu Selat Malaka, dan ketiga hari ini," katanya.

    Berdasarkan data KKP, sejak Oktober 2014 hingga sampai Mei 2019, sebanyak 516 kapal ilegal yang tertangkap di perairan Indonesia telah dimusnahkan. 

    Dari jumlah tersebut, 294 di antaranya adalah kapal berbendera Vietnam, 92 kapal Filipina, 76 kapal Malaysia, 23 kapal Thailand, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal China, 1 kapal Nigeria, 1 kapal Belize, dan 26 kapal Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.