BPK Sebut Jiwasraya Berdampak Sistemik, Apa Reaksi Sri Mulyani?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani bersama Ketua KPK Firli Bahuri memberikan keterangan kepada media usai pertemuan di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Pertemuan tersebut membahas kerjasama Kemenkeu dan KPK serta alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani bersama Ketua KPK Firli Bahuri memberikan keterangan kepada media usai pertemuan di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Pertemuan tersebut membahas kerjasama Kemenkeu dan KPK serta alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih enggan berkomentar banyak soal potensi dampak sistemik yang muncul dalam kasus default atau gagal bayar Rp 12,4 triliun di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Potensi tersebut diumumkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kemarin, Rabu, 8 Januari 2020.

    "Saya nanti lihat dengan BPK dulu lah ya, saya sudah baca di koran, nanti saya akan lihat yang disampaikan beliau mengenai aspek-aspek temuan tadi," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.

    Sehari sebelumnya, Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan skala kasus Jiwasraya Asuransi Jiwasraya sangat besar. Sehingga, setiap pihak perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

    "Kasus Jiwasraya ini cukup besar skalanya, bahkan saya katakan gigantik sehingga memiliki risiko sistemik," ujar Agung. Lantaran besarnya skala kasus tersebut, Agung juga menegaskan lembaganya akan mengungkap tuntas kasus tersebut.

    Terakhir kali, status sistemik ini pernah diberikan pada Bank Century pada 2008. Saat itu, bank ini ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik. Status ini saat itu diberikan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan Sri Mulyani (saat itu Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).

    Kini, Sri Mulyani yang menjabat sebagai Ketua Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia juga belum berkomentar banyak saat ditanya standar dari sebuah dampak sistemik. "Kalau dampak sistemik di KSSK itu, kami akan kembangkan sesuai beberapa hal yang selama ini sudah di-develop," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.