Jokowi Minta Duta Besar Promosikan Ekonomi Indonesia Stabil

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, bersalaman dengan para Duta Besar saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo, bersalaman dengan para Duta Besar saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para duta besar mengkampanyekan stabilitas ekonomi Indonesia. Harapannya banyak investor dari negara lain yang mau menanamkan modalnya di Indonesia.

    Sejumlah hal yang Jokowi minta disuarakan ke dunia adalah pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dan turunnya angka inflasi. "Duta besar harus menyuarakan bahwa pertumbuhan ekonomi kita dalam 15 tahun ke belakang ini di atas 5 (persen) terus, yang negara-negara lain nggak punya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Selain itu, Jokowi mengklaim inflasi Indonesia dalam lima tahun terakhir terus menurun hingga di bawah 3 persen. "Jangan kita enggak bisa bercerita mengenai turunnya inflasi dan stabilitas growth yang kita miliki," ucap dia.

    Menurut Jokowi, saat ini semua negara di seluruh dunia saling bersaing meningkatkan investasi di negaranya guna memperbaiki pertumbuhan ekonomi. "Semua negara sekarang rebutan hanya satu ini saja, yang terkait dengan investasi," tuturnya.

    Dalam sambutannya, Jokowi memerintahkan fokus kerja duta besar diprioritaskan untuk kegiatan ekonomi. Ia ingin 70-80 persen pekerjaan mereka fokus ke sana. "Sisanya silakan isi dengan kegiatan lain, berkaitan pariwisata, diplomasi perdamaian, diplomasi kedaulatan" ujar dia.

    Jokowi menuturkan duta besar sekaligus menjadi duta investasi bagi Indonesia. Sebabnya para duta besar dituntut mengetahui investasi di bidang apa menjadi prioritas.

    Selain menjadi duta investasi, Jokowi menganggap duta besar berperan sebagai duta ekspor. Jokowi menjelaskan selama ini ekspor Indonesia selalu menyasar pasar tradisional. Ia memerintahkan para duta besar membangun relasi dengan negara-negara nontradisional ekspor Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.