Ukur Kepuasan Penumpang, Angkasa Pura II Luncurkan Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang di Terminal 1 keberangkatan  Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang di Terminal 1 keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO,  Tangerang - Untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna layanan bandara, PT Angkasa Pura II meluncurkan Real Time Dashboard System For Customer Experience disingkat dengan READY4CX (baca: ready for six). "Ini sistem monitoring untuk melihat tingkat kepuasan traveler secara real time terhadap layanan dan fasilitas di bandara, ” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin melalui keterangan tertulis Kamis 9 Januari 2020.

    Awaluddin mengatakan, inovasi terbaru yang yang diluncurkan awal tahun 2020 ini bertujuan untuk menjadikan bandara-bandara semakin pintar dengan menghadirkan sistem penilaian terhadap berbagai layanan yang hasilnya dapat diketahui secara real time.
    Dengan sistem READY4CX, bandara bisa berkomunikasi dengan traveler terkait layanan. Traveler diharapkan memberi rating, lalu dalam waktu cepat akan ada tindak lanjut secara langsung dari PT Angkasa Pura II.

    “Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak, bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi [economic connector]. Jadi, kalau ada istilah Internet of Things , maka ke depan akan ada Airport of Things,” ujar Muhammad Awaluddin.

    Adapun sistem READY4CX ini terdapat di i-Mate Kiosk di bandara-bandara PT Angkasa Pura II. Traveler atau pelanggan dapat memberikan rating terhadap berbagai layanan di bandara melalui i-Mate Kiosk.

    Untuk sementara input yang diberikan traveler berupa rating dalam skala like 1 hingga 5. Ke depannya, akan disiapkan input dalam bentuk narasi.

    “Sistem penilaian secara real time dari pelanggan ini membuat PT Angkasa Pura II dapat lebih memaksimalkan kinerja sehingga terjadi quick response terhadap masukan pelanggan, bisa menjadi early warning sistem detection terhadap layanan yang ada, serta menumbuhkan operation agility process terhadap layanan pelanggan," kata Awaluddin.

    PT Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara termasuk bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.