Ketegangan Iran-AS Mengendur, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Iran di Pangkalan Militer Al Asad di 8 Januari 2020. Iran meluncurkan sebuah serangan rudal ke pasukan Amerika Serikat yang ada di Irak. Planet/Handout via REUTERS.

    Sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Iran di Pangkalan Militer Al Asad di 8 Januari 2020. Iran meluncurkan sebuah serangan rudal ke pasukan Amerika Serikat yang ada di Irak. Planet/Handout via REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti diprediksi sebelumnya, lonjakan harga minyak dunia tidak bertahan lama. Di tengah tanda-tanda mengendurnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, harga minyak mentah terpantau turun tajam pada akhir perdagangan Rabu 8 Januari 2020. 

    Bloomberg melansir, harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 ditutup anjlok US$ 2,83 di level US$ 65,44 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Padahal sebelumnya, saat serangan AS dan Iran baru dimulai, harga minyak itu sempat melonjak hingga ke level US$ 71,75. 

    Adapun harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 turun melorot US$ 3,09 menjadi US$59,61 per barel di New York Mercantile Exchange.

    "Konflik [AS-Iran] tetap terbatas pada dimensi militer dan memasuki tahap de-eskalasi,” ujar Pavel Molchanov, seorang analis di Raymond James & Associates Inc. kepada Bloomberg. Dengan demikian, praktis tidak ada prospek dampak yang akan segera terjadi pada pasokan minyak mentah.

    Harga minyak acuan global Brent di London sempat melonjak menghampiri level US$72 per barel setelah Iran menembakkan roket ke dua fasilitas militer AS di Irak Rabu pagi. Serangan itu dilancarkan sebagai pembalasan atas tewasnya Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan udara AS di Irak pada 3 Januari. Tensi antara AS dan Iran telah berkobar sejak AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya pada tahun lalu.

    Menambah sentimen negatif untuk pasar minyak, harga komoditas ini turun lebih lanjut setelah total persediaan minyak AS dilaporkan melonjak hampir 15 juta barel pekan lalu. Harga minyak juga longsor setelah sejumlah pejabat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk menjaga pasokan tetap mengalir ke para pembeli. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo optimistis para pemimpin akan melakukan segala cara untuk memulihkan harga minyak ke kondisi normal.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.