Startup Marketplace Pariwisata Pigijo Resmi Lepas Saham Perdana

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Tempo.Co, Jakarta - Startup PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (Perseroan) atau Pigijo resmi melantai di Papan Akselerasi PT Bursa Efek lndonesia pada hari Rabu, 8 Januari 2020. Pigijo adalah bisnis rintisan yang bergerak di bidang marketplace pariwisata digital.

    "Kami berharap dengan listing di bursa, perusahaan bisa dimiliki masyarakat luas dan berkontribusi untuk membangun pariwisata di Indonesia," tutur CEO Pigijo Claudia lngkiriwang di Gedung Bursa Efek Indonesia. Ia pun berharap langkah perusahaannya bisa menjadi inspirasi bagi pelaku bisnis rintisan untuk bisa melantai di pasar modal.

    Pigijo menjadi yang pertama melakukan IPO pada 2020, sekaligus sebagai perusahaan perdana yang masuk ke papan akselerasi bursa. Dengan demikian, Pigijo menjadi perusahaan ke-669 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

    Perseroan dengan kode perdagangan PGJO ini melepas 48,98 persen dari total saham kepada masyarakat dengan total penawaran umum ini mencapai sebesar Rp 12 miliar. Adapun saham perseroan ditawarkan dengan nilai awal Rp 80 per lembar saham.

    Sesuai dibuka, nilai saham PGJO naik 10 persen ke angka Rp 88 per lembar saham. Saham Pigijo diperdagangkan satu kali dengan volume 10 lot saham dengan nilai Rp 88.000.

    Claudia menuturkan dengan melantai di bursa, perusahaannya tidak hanya akan menarger wisatawan domestik, namun juga mancanegara. Dengan demikian perusahaan diharapkan bisa membantu pemerintah mencapai target kunjungan wisatawan.

    Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna berharap perseroan bisa terus bertumbuh dengan melantai di bursa saham. Ia mengatakan para pemodal memperhatikan tiga hal, yakni return, profit, dan pertumbuhan perusahaan. "Kami berharap kinerja perusahaan meningkat, jadi bangun lebih pagi dan bekerja lebih keras," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.