Jokowi Jemput Investasi ke UEA, Bidang Energi Jadi Prioritas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang  fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melakukan kunjungan kerja resmi perdana pada 2020 ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), dengan fokus peningkatan kerja sama bidang ekonomi-energi yang rencananya membawa kesepakatan investasi senilai US$18,8 miliar.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tujuan utama Presiden Jokowi ke Abu Dhabi adalah pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan dan Wakil Presiden Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada 11-13 Januari 2020.

    Menurutnya, fokus kunjungan kerja resmi ini menitikberatkan kerja sama investasi di bidang migas dan mineral. "Intinya itu, semua (kemungkinan kesepakatan dan nilai investasi) sedang dihitung. Makanya tadi banyak sekali teman-teman yang ikut (rapat). Masih akan ada negosiasi hari Rabu dan Kamis," katanya, seusai mengikuti rapat koordinasi Menko Maritim dan Investasi tentang Kerja Sama Investasi United Arab Emirates, Selasa, 7 Januari 2020.

    Retno menambahkan Jokowi juga dijadwalkan akan menjadi pembicara kunci dalam Abu Dhabi Sustainable Week. Di sana, Kepala Negara akan berbicara seputar pembangunan ekonomi dan keberlanjutan energi.

    Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Abu Dhabi Husin Bagis mengatakan penandatanganan kerja sama proyek dengan total investasi senilai US$18,8 miliar.

    Menurutnya, dari total proyek tersebut, pelaku bisnis UEA menggelontorkan dana sekitar US$3,8 miliar. "Misalnya, mereka ada proyek di pelabuhan dengan Maspion, total proyek US$1,2 miliar, untuk tahap pertamanya [investasi mereka] US$325 juta. Total proyeknya yang kira kira akan melibatkan [dana perusahaan UEA] sekitar US$3,8 miliar," katanya.

    Tercatat, setidaknya ada empat kesepakatan kerja sama proyek investasi besar yang akan ditandatangani saat lawatan Jokowi ke Abu Dhabi. Sebut saja seperti kerja sama Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dengan PT Pertamina (Persero) di proyek Kilang Balongan.

    Terkait Kilang Balongan, pada Desember tahun lalu, Pertamina telah memulai pengerjaan desain rinci (front end engineering design/FEED) proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Balongan di Jawa Barat.

    Selain itu, ada kerja sama Mubadala Petroleum dengan Pertamina di proyek Kilang Balikpapan dengan total investasi proyek sekitar US$6,5 miliar. Proyek Kilang Balikpapan sudah masuk tahap konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2023.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.