Garap PLTS Cirata, PLN Dapat Suntikan Rp 1,8 T dari UEA

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan latar belakang menara Asmaulhusna di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, 16 Mei 2019. Pondok pesantren tua yang didirikan pada tahun 1951 oleh KH Nur Hasan Al Ubaidah ini telah menjadi pondok pesantren modern dennen kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di Indonesia. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan latar belakang menara Asmaulhusna di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, 16 Mei 2019. Pondok pesantren tua yang didirikan pada tahun 1951 oleh KH Nur Hasan Al Ubaidah ini telah menjadi pondok pesantren modern dennen kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di Indonesia. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Tempo.Co, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN akan meneken perjanjian jual-beli tenaga listrik (PPA) dengan perusahaan pengembang energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar. Dalam proyek bersama Masdar, PLN akan memperoleh modal segar dari UEA senilai US$ 129 juta atau Rp 1,8 triliun.

    Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Cahyani mengatakan perseroannya akan menggunakan dana itu untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS terapung alias floating PV power plant di Waduk Cirata, Jawa Barat. "Nanti kepemilikannya komposisinya 51 persen PLN, 49 Masdar," ujar Sri Peni di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Pembangkit di PLTS Cirata rencananya akan dibangun dengan total kapasitas mencapai 145 megawatt. Pembangunannya, kata Sripeni, akan dilakukan secara bertahap mulai 2021.

    Sebelum memulai konstruksi, PLN akam melakukan financial close selama satu tahun, yakni sepanjang 2020. Pada tahap pertama PLTS dibangun, PLN dan Masdar bakal mengembangkan pembangkit berkapasitas 50 megawatt.

    Rencananya, konstruksi keseluruhan dari pekerjaan ini akan kelar dan beroperasi secara total pada 2020. Setelah beroperasi, PLN akan menjual listrik dari PLTS ini senilai 5,8 sen per kWh.

    Penandatanganan nota kesepahaman tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Adapun momentum penekenan kerja sama ini bakal digelar di Abu Dhabi, 13 Januari 2020.

    Proyek Masdar bersama PLN merupakan satu dari belasan bentuk investasi yang akan ditanamkan UEA ke Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan UEA berencana menanam modal ke dalam negeri senilai US$ 18,8 miliar atau Rp 163 triliun (kurs Rp 14 ribu).

    Pada tahap awal, nilai ekuitas atau modal yang akan dikucurkan ke Indonesia ialah US$ 3,9 miliar atau Rp 54 triliun. "Nanti akan masuk ke empat sektor. Selain PLN, dua proyek ke Pertamina dan satu ke Inalum," ujar Luhut di kantornya, Selasa petang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.