Libur Nataru, Penumpang Pesawat di Solo dan Semarang Turun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - Pengguna moda transportasi udara di Bandara Adi Sumarmo Solo menurun selama libur Natal dan Tahun Baru kemarin jika dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor liburan yang tidak serentak dan beroperasinya tol trans Jawa diduga menjadi penyebab turunnya jumlah penumpang pesawat.

    General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman menyebut penurunan terjadi baik dari jumlah penumpang maupun armada pesawat. "Semua turun dibanding tahun sebelumnya," katanya, Selasa 7 Januari 2020.

    Selama musim libur dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020, jumlah penumpang pesawat yang berangkat maupun pulang melalui Bandara Adi Sumarmo Solo tercatat sejumlah 96.476 orang. Padahal, pada musim liburan tahun sebelumnya, pengguna bandara itu mencapai 127.394 orang. "Turun hingga 27 persen," katanya.

    Jumlah penerbangan selama musim libur juga turun menjadi 735 penerbangan, turun juga dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 938 penerbangan. "Ada penurunan jumlah penerbangan sebesar 22 persen," katanya.

    Selama musim libur kemarin, beberapa maskapai mengajukan ijin extra flight hingga 25 penerbangan. Namun hingga musim liburan berakhir, maskapai hanya mampu merealisasikan enam penerbangan tambahan.

    Abdullah menyebut ada beberapa dugaan yang menjadi penyebab turunnya jumlah penumpang serta penerbangan di musim liburan kemarin. "Kemungkinan karena jadwal masuknya tidak bersamaan," katanya. Selain itu, beroperasinya tol Transjawa membuat masyarakat memiliki alternatif dalam memilih moda transportasi yang digunakan.

    Penurunan penumpang pesawat juga terjadi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang padalibur Natal dan tahun baru 2020. Penurunan jumlah penumpang pesawat terhitung mulai 25 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020.

    Penurunan juga terjadi pada lalu lintas pesawat yang terbang maupun mendarat di Bandara Jenderal Ahmad Yani. Lalu lintas pesawat tercatat 1.996, menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 2.344 pergerakan. "Mengalami penurunan 15 persen," kata General Manajer Bandara Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanto, Selasa, 7 Januari 2020.

    Sementara jumlah penumpang pesawat 206.846 orang menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 251.572. Jumlah penumpang musim libur Nataru kali ini menurun 18 persen dari tahun sebelumnya.

    Penurunan juga terjadi pada pengiriman kargo. Sebanyak 800.272 Kg barang melintasi Bandara Jenderal Ahmad Yani. "Tahun lalu 977.653 Kg, menurun 18 persen," sebut dia.

    Hardi mengatakan, PT Angkasa Pura I akan menyusun strategi untuk meningkatkan lalu lintas pesawat, penumpang, dan kargo. Di antaranya menigkatkan keamanan, keselamatan, dan pelayanan.

    "Untuk mewujudkan zero accident, Bandara Jenderal Ahmad Yani berkomitmen selalu mengedepankan safety, security, services, dan compliance," tutur Hardi.

    AHMAD RAFIQ | JAMAL A. NASHR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara