Tarif Iuran BPJS Kesehatan Naik, 792.854 Peserta Turun Kelas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan di kantor BPJS kesehatan Jakarta Pusat. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan di kantor BPJS kesehatan Jakarta Pusat. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Dwi Asmariyanti mengatakan sebanyak 792.854 peserta program Jaminan Kesehatan Nasional turun kelas dalam rentang waktu 9 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020.

    "Itu adalah banyak yang turun kelas akibat Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019," ujar Dwi di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Melalui beleid itu pemerintah sebelumnya menetapkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk jenis kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) hingga dua kali lipat tarif sebelumnya.

    Apabila diperinci, Dwi mengatakan peserta yang turun kelas I ke kelas III mencapai 96.735 peserta. Sementara, dari kelas I menjadi kelas III mencapai 188.088 peserta, dan kelas II menjadi kelas III 508.031 peserta. Ia memastikan lembaganya berkomitmen mempermudah masyarakat untuk melakukan penurunan kelas.

    Salah satu kemudahan itu diberikan melalui program Praktis. Dengan program yang berjalan dari tanggal 9 Desember 2019 hingga 30 April 2020 itu, masyarakat bisa melakukan penurunan kelas tanpa perlu terlebih dahulu terdaftar selama satu tahun dalam program JKN.

    "Ini berbeda dengan aturan sebelumnya, kami dulu hanya bisa melayani kalau sudah jadi peserta JKN  satu tahun. Tapi dengan praktis yang berjalan 9 Desember sampai 30 april ini kami akan memberikan kemudahan tanpa syarat wajib terdaftar satu tahun," tutur Dwi.

    Penurunan kelas juga, kata Dwi, bisa dilakukan dalam kepesertaan non aktif. Kendati, ia mengatakan layanan kesehatan tetap tidak dapat diberikan kalau statusnya masih non aktif. Kemudahan lainnya adalah peserta tidak diharuskan autodebet dalam pembayaran iuran.

    Meski demikian Dwi mengatakan program praktis memang dibatasi. "Kami berharap peserta yang bisa turun kelas adalah yang memang sudah terdaftar sebelum 1 Januari 2020," ujarnya.

    Pada akhir tahun lalu, pemerintah resmi menetapkan tarif iuran kelas I naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per peserta per bulan. Adapun tarif iuran kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu per peserta per bulan. Sementara tarif iuran kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per peserta per bulan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.