Luhut Klaim Softbank Minat Suntik Dana USD 100 M Bangun Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang, Softbank, berminat menyuntik dana segar untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Nilai investasi yang ditawarkan tersebut mencapai US$ 100 miliar.

    "Dia (CEO Softbank Masayoshi Son) mendesak saya terus. Dia mau investasi sampai US$ 100 miliar. Bagi saya ini too good to be true," ujar Luhut saat menghadiri perayaan Natal di kantor Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Selasa siang, 7 Januari 2020.

    Menurut Luhut, nilai investasi yang ditawarkan Jepang tersebut terlalu besar. Ia mengatakan sejatinya nilai investasi US$ 25 miliar sudah cukup lantaran saat ini perqncanga pemindahan ibu kota sudah berjalan.

    Untuk membahas kelanjutan minat penanaman modal itu, Luhut mengakui
    Masayoshi Son telah berkomunikasi secara intens dengannya. Komunikasi dilakukan melalui telepon dan telekonferensi.

    Bahkan, pada Jumat, 10 Januari 2020, Luhut mengatakan Masayoshi akan menemuinya secara langsung. "Ya nanti kita lihat, kan besok dia datang," katanya.

    Softbank belakangan gencar mendekati Indonesia untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Pada 2019 lalu, Softbank berencana menyuntik perushaaan rintisan Grab Indonesia sebesar US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.