BPK: KPK Serahkan Kasus Jiwasraya ke Kejaksaan Agung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil kesepakatan bersama di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil kesepakatan bersama di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari ini, Selasa, 7 Januari 2020, bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usai pertemuan, Ketua BPK Agung Firman Sampurna sempat menyinggung kasus default atau gagal bayar yang menjerat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

    "Saya tadi sempat sampaikan karena case ini kompleks sekali, tapi ternyata beliau (Ketua KPK Firli Bahuri) memilih untuk melepaskan seluruhnya ke kejaksaan," kata Agung pasca konferensi pers di gedung BPK, Jakarta Pusat, Selasa.

    Saat konferensi pers, Agung dan Firli kompak menjawab tidak ada pembahasan mengenai Jiwasraya dalam pertemuan kedua pimpinan lembaga. "Tidak masuk dalam pembahasan," kata Agung.

    Setelah konferensi pers, Agung pun tetap tidak ingin menjelaskan soal Jiwasraya hari ini.  "Jadi jangan tanya soal Jiwasraya sama saya hari ini. Besok akan kami jelaskan," kata dia.

    Kemarin, Agung mengatakan bahwa lembaganya akan mengumumkan pemeriksaan Jiwasraya pada Rabu, 8 Januari 2020. Namun, Agung tidak menjelaskan apakah yang diumumkan besok adalah hasil pemeriksaan atau baru sekedar pemeriksaan awal. 

    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango juga mengatakan pihaknya hanya akan memantau jalannya penyidikan kasus Jiwasraya. "Sejauh ini sudah dalam penanganan Kejaksaan Agung," kata dia pada Senin, 30 Desember 2019.

    Jiwasraya banyak berinvestasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp 5,7 triliun dari aset finansial.

    Sejumlah 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

    Adapula penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp 14,9 triliun. Sebanyak 2 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

    Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya sampai hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun.

    DEA REZKI GERASTRI | ANDITA RAHMA | KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.