Menteri PUPR Ungkap Penyebab Banjir Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono bersama istri saat menghadiri open house yang digelar di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Natal, di Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono bersama istri saat menghadiri open house yang digelar di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Natal, di Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono mengungkap temuan setelah kementeriannya menerjunkan sekitar 285 pegawai untuk melakukan survey di 180 titik untuk menginvestigasi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    "Ada beberapa kesimpulan kenapa dia banjir, salah satunya karena bendungan jebol," ujar Basuki di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

    Di samping tanggul jebol, Basuki mengatakan penyebab lainnya adalah adanya beberapa pompa yang tidak berfungsi pada saat itu, serta drainase-drainase yang dangkal dan tersumbat sampah.

    "Kemarin sudah kami rekapitulasi, hari ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air saya minta satu per satu untuk ditindaklanjuti, termasuk yang kecil-kecil."

    Memperinci temuan tersebut, Basuki mengatakan tanggul jebol itu terjadi di beberapa titik antara lain di Bekasi, Kemang Pratama, dan Villa Nusa Indah. Saat ini perbaikan di sana sudah mulai dikerjakan.

    Sementara itu, banjir di wilayah Bandara Halim Perdanakusuma hingga Cawang juga sudah diketahui penyebabnya. Ia mengatakan persoalan ada di kapasitas embung di sana. Karena itu empang akan diperbesar kapasitasnya dari 20 ribu meter kubik menjadi 50 ribu meter kubik. Kedalamannya pun akan ditambah dari 2 meter menjadi 5 meter.

    Berikutnya, untuk banjir di jalan tol, kata Basuki, salah satu penyebabnya adalah karena drainase tertutup proyek. Misalnya di Kilometer 24 yang drainasenya tertutup proyek kereta cepat. Adapun penyebab banjir Tol Cipali diduga adalah kecilnya Kali Cilalanang. "Saat ini persoalan itu juga mulai ditindaklanjuti," kata dia.

    Basuki mengatakan segala upaya itu dilakukan untuk menghadapi puncak banjir Bulan Januari yang diprediksi oleh BMKG terjadi pada tanggal 10-15 Januari 2020. Di samping, ia juga memperkirakan curah hujan lebih deras akan datang pada Februari hingga Maret 2020.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.