Pemerintah Putuskan Iuran BPJS Kesehatan Tetap Naik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memeriksa kartu BPJS Kesehatan milik pasien saat melakukan inspeksi mendadak (sidak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Banten, Jumat, 6 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi memeriksa kartu BPJS Kesehatan milik pasien saat melakukan inspeksi mendadak (sidak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Banten, Jumat, 6 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PMK menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) 75 tahun 2019 tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.

    "Sudah diambil kesepakatan dan kesepakatannya bulat Perpres 75 tahun 2019 dilaksanakan," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi di Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

    Terkait peserta BPJS kelas tiga pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang tidak mampu apakah ditanggung oleh negara atau tidak, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut tidak memberikan penjelasan. "Ya, nanti biar Direktur BPJS Kesehatan yang memberikan penjelasan, semuanya sudah ada, kok," kata dia.

    Sementara itu, Direktur BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan pemberlakuan penuh Perpres 75 tahun 2019 terkait penyesuaian iuran BPJS sudah disepakati oleh berbagai pihak terkait.

    Terkait hal-hal teknis yang berhubungan dengan kepesertaan PBPU, BPJS Kesehatan mengaku memiliki banyak opsi. Untuk kelas satu apabila masyarakat merasa berat maka bisa turun ke kelas dua. "Kami BPJS Kesehatan membuka kesempatan seluas-luasnya sesuai dengan kemampuan masyarakat," kata dia.

    Masyarakat yang tidak sanggup membayar iuran kelas satu dan memiliih turun kelas, maka pelayanan medik tetap sama meskipun turun tingkatan. Khusus warga tidak mampu, pemerintah akan mendata untuk didaftarkan sesuai ketentuan.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan saat ini pemerintah telah memiliki data terpadu untuk memperbaharui data masyarakat ekonomi lemah guna membantu layanan kesehatannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.