Kemenperin Ganti Mesin Industri Kecil yang Rusak Akibat Banjir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers kinerja industri 2019 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers kinerja industri 2019 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mesin utama milik industri kecil dan menengah (IKM) yang rusak akibat banjir Jabodetabek akan diganti 100 persen oleh Kementerian Perindustrian. Bantuan mesin ini akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

    “Berapa jumlahnya, itu sedang di-assessment,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. 

    Tapi, bantuan serupa tak akan diberikan pada industri besar. Sebab, kata Agus, industri besar punya cara sendiri untuk bertahan.

    Banjir akibat hujan deras menerjang sejumlah daerah di Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat pada 1 Januari 2020. Hingga kemarin, 60 orang meninggal dalam kejadian ini.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan upaya seperti ini telah dilakukan di bencana sebelumnya. Mulai dari Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat hingga Tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

    Tahun ini, ada alokasi dana penggantian mesin untuk industri kecil yang terkena bencana sebesar Rp 4 miliar. Namun berapa yang akan disalurkan untuk industri kecil akibat banjir ini, masih menunggu perhitungan dari dinas setempat.

    Rabu depan, kata Gati, Agus akan meninjau dua lokasi yang bakal diberikan bantuan. Keduanya yaitu industri tahu tempe di Semanan,  Kalideres, Jakarta Barat dan industri furnitur di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.