Lesu, Pertumbuhan Industri Manufaktur Turun 0,34 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamplas papan bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mengamplas papan bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan industri manufaktur atau pengolahan non-migas sepanjang triwulan III 2019 menurun 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year). Pada triwulan III 2018, pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,02 persen yoy. 

    "Untuk triwulan III 2019 ini tumbuh 4,68 persen," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020.

    Penurunan ini sejalan dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi selama dua periode tersebut. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga merosot dari 5,17 persen pada triwulan III 2018, menjadi 5,02 persen pada triwulan III 2019.

    Jika dilihat lebih luas, pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia terus mengalami tren penurunan. Masa kejayaan terjadi di tahun 2015, di mana industri ini tumbuh 5,05 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi saat itu yang hanya 4,88 persen.

    Namun, pada tahun 2016, industri ini tumbuh melemah jadi 4,43 persen, di saat ekonomi tumbuh 5,03 persen. Lalu dua tahun berikutnya, 2017-2018, industri pengolahan tumbuh 4,85 persen dan 4,77 persen.

    Dengan kondisi ini, Kemenperin memproyeksi realisasi pertumbuhan di sepanjang 2019 hanya 4,48 persen untuk low scenario atau lebih rendah dari 2018. "Ini dengan asumsi Indonesia tidak dapat menghadapi tantangan global dan tantangan domestik," kata Agus.

    Dalam high scenario atau skenario optimis, proyeksi pertumbuhan industri di sepanjang 2019 hanya 4,6 persen. Artinya, masih tetap lebih rendah dari 2018 yang mencapai 4,77 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.