Pemerintah Lelang Surat Utang, Targetkan Raup Dana Rp 15 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan penggalangan dana sebesar Rp15 triliin hingga Rp 22,5 triliun pada lelang surat utang negara (SUN), Selasa, 7 Januari 2020.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), lelang besok akan menawarkan tujuh seri dengan target indikatif sebesar Rp 15 triliun dan maksimal Rp 22,5 triliun.

    Adapun SUN kupon diskonto diwakili SPN12200410 dan SPN12210108. SPN12200410 jatuh tempo pada 10 April 2020 dan seri SPN12210108 yang merupakan seri baru jatuh tempo pada 8 Januari 2021.

    Kemudian FR0081 dengan kupon 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025. Lalu, FR0082 dengan kupon 7 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2030. Seri lain yang ditawarkan yakni seri FR0083 yang menawarkan kupon 7,5 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2040. Terakhir, seri FR0076 menawarkan kupon 7,375 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

    Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memperkirakan total penawaran masuk pada lelang perdana di kisaran Rp 45 triliun hingga Rp 55 triliun. Menurutnya, lelang perdana surat utang negara ini bakal terjaga dari gejolak karena optimisme di awal tahun pada lelang perdana.

    “Lelang kali ini akan berlangsung sangat hype pastinya karena selain lelang perdana tahun ini, pasar obligasi juga terlihat memiliki tingkat volatilitas yang sangat baik,” katanya.

    Dia menilai pada lelang ini seluruh seri acuan akan diborong investor karena harganya masih menarik. Lalu, investor juga tengah memilih instrumen yang cenderung berisiko rendah dibandingkan saham karena terdapat tekanan dari hubungan antara AS-Korea Utara dan AS-Iran.

    Namun, dia menuturkan instrumen dengan tenor lebih dari 20 tahun akan lebih dipilih karena kupon yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan dengan instrumen bertenor lebih pendek.

    “Para pelaku pasar dan investor memilih instrumen investasi yang lebih aman ketimbang saham. Oleh sebab itu kami melihat bahwa lelang kali ini akan cukup menarik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.