Banyak Sentimen Positif, IHSG Pekan Depan Diprediksi Menguat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sepekan ke depan berpeluang menguat. IHSG diprediksi akan support di level 6.263 hingga 6.219 dan resisten di kisaran 6.337 sampai 6.348.

    "Pelaku pasar kami rekomendasikan melakukan SOS atau jual ketika menguat, mengantisipasi koreksi akibat kenaikan yang sudah cukup tinggi," ujar Hans dalam pesan singkat Ahad, 5 Januari 2020.

    Beberapa sentimen yang diperhitungkan pekan depan adalah adanya optimisme pasar setelah penandatanganan kesepakatan fase I antara Cina dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan itu akan ditandatangani pada 15 Januari di Gedung Putih.

    Tanda-tanda kemajuan dalam kesepakatan itu, tutur Hans, mendorong produksi pabrik dan aktivitas manufaktur di Cina tumbuh untuk dua bulan berturut-turut. "Indeks Dow juga terlihat mengalami break all time high. Biarpun kami melihat penandatangan hanya sebuah eforia sesaat karena itu kami merekomendasikan pelaku pasar SOS."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.