Banjir di Jalan Tol Cipali, Menhub Klaim Karena Tambang Galian C

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan yang didominasi pemudik menerobos parit pembatas jalan saat puncak arus balik di ruas jalan tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Sejumlah kendaraan yang didominasi pemudik menerobos parit pembatas jalan saat puncak arus balik di ruas jalan tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa penyebab banjir di jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, khususnya di kilometer 136 adalah akibat Galian C di sekitar sungai yang dilintasi tol tersebut.

    "Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pengelolaan saluran air oleh pengembang tol," katanya di Medan saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Kereta Api Medan, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pengelolaan saluran air di sekitar tol oleh pengembang. Jadi ke depan, kata dia, pengelola tol tidak hanya mengelola jalannya saja, namun juga melakukan pengamatan pada sungai-sungai di sekitar ruas tol.

    Instruksi itu, kata Menhub, sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh kementerian guna merespon peristiwa tol yang tergenang air akibat banjir.

    Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar pengelola jalan tol untuk memperdalam sistem saluran air, sehingga kejadian seperti di jalan tol Cipali kilometer 136 yang kebanjiran tidak terulang kembali.

    "Jadi Menteri PUPR memberikan suatu standar operasional prosedur (SOP) baru, yaitu pengelola jalan tol tidak hanya mengelola jalan tol, tapi juga melakukan pengamatan pada sungai-sungai yang melintas di sekitar," ujar Menhub Budi Karya Sumadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.